MI Muhammadiyah 25 Kenjeran resmi mencairkan dana pinjaman dari Baitul Maal wat Tamwil Muhammadiyah atau BMTMu Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surabaya sebesar Rp1,5 miliar. Pencairan dilakukan Senin (25/5/2026) di Kantor PDM Surabaya.
Turut hadir dalam proses pencairan, jajaran Dewan Pembina BMTMu PD Muhammadiyah Surabaya: Drs. H. M. Chudlori, M.Ag, Drs. H. Marjuki, M.Ag, Drs. H. Catur Anang Hutoyo, M.Pd, dan Musa Abdullah.
Dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kenjeran hadir lengkap Ketua, Sekretaris, Bendahara, Ketua Majelis Dikdasmen PCM, serta Kepala MI Muhammadiyah 25.
Ketua PCM Kenjeran, Ali Fauzi, menyampaikan bahwa dana pinjaman tersebut akan digunakan untuk pembebasan tanah dan bangunan di dua titik strategis.
“Pertama di Jl. Sidotopo Wetan No. 19A dengan luas 105 m², dan kedua di Jl. Platuk Baru No. 7 seluas 69 m²,” jelas Ali Fauzi.
Pembelian dua lahan tersebut memiliki tujuan utama mendukung pengembangan MI Muhammadiyah 25 yang saat ini mengalami lonjakan kepercayaan masyarakat.
Berdasarkan data SPMB, kuota MI Muhammadiyah 25 untuk tahun pelajaran 2026/2027 sudah terpenuhi sejak akhir tahun 2025. Bahkan inden untuk tahun pelajaran 2027/2028 telah mencapai lebih dari 50 pendaftar.
Keterbatasan lahan dan ruang kelas menjadi tantangan nyata untuk menampung animo yang terus meningkat. Karena itu, pembebasan lahan di Jl. Sidotopo Wetan No. 19A ditargetkan untuk perluasan ruang belajar, ruang laboratorium, dan area penunjang kegiatan siswa agar proses pembelajaran lebih optimal dan nyaman.
Sementara lahan di Jl. Platuk Baru No. 7 akan difokuskan untuk pembangunan asrama boarding school SMP Muhammadiyah 15 Surabaya.
Antusiasme wali murid terhadap program boarding school SMP Muhammadiyah 15 terus meningkat setiap tahun.
Penambahan asrama santri menjadi kebutuhan mendesak agar sekolah dapat menerima lebih banyak siswa dan memberikan pembinaan karakter serta akademik secara terintegrasi.
“Ekspansi ini bukan sekadar menambah bangunan. Ini adalah ikhtiar kami menjawab amanah masyarakat Kenjeran yang mempercayakan pendidikan anaknya kepada Muhammadiyah. Kami ingin memastikan fasilitas dan kapasitas lembaga seimbang dengan kualitas layanan,” tegas Ali Fauzi.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang PCM Kenjeran dalam memperluas akses pendidikan Muhammadiyah di wilayah Kenjeran, khususnya untuk jenjang dasar dan menengah berbasis asrama.
Diharapkan, dengan tambahan lahan dan sarana tersebut, MI Muhammadiyah 25 dan SMP Muhammadiyah 15 dapat terus mencetak generasi berakhlak, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan zaman.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments