MI Muhammadiyah 7 Kenep memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 dengan menggelar upacara bendera yang berlangsung khidmat di halaman madrasah, Sabtu (2/5/2026).
Upacara tersebut diikuti oleh seluruh warga madrasah, mulai dari kepala madrasah, dewan guru, pegawai, hingga siswa-siswi MI Muhammadiyah 7 Kenep. Kegiatan berlangsung tertib dan penuh makna dengan tambahan agenda istimewa berupa pemberian anugerah kepada tenaga pendidik dan kependidikan yang dinilai memiliki dedikasi tinggi.
Kepala madrasah, Suprapto, dalam amanatnya menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas ketulusan dan kesabaran para guru dalam mengawal layanan pendidikan di madrasah.
“Sudah selayaknya madrasah memberikan apresiasi kepada bapak dan ibu guru yang telah mendedikasikan diri, bersabar, dan istiqomah dalam mengawal layanan pendidikan di MI Muhammadiyah 7 Kenep,” ujarnya.
Penghargaan Guru Berdedikasi
Salah satu penerima penghargaan, guru tertua Edi Susanto yang kini berusia 58 tahun dan akan memasuki masa purna tugas dalam dua tahun ke depan, mengaku terharu dengan apresiasi yang diberikan. Meski berstatus guru DPK Kementerian Agama, ia menuturkan bahwa MI Muhammadiyah 7 Kenep telah menjadi bagian penting dalam kehidupannya.
Sementara itu, guru tertua kedua, Sri Hartatik, juga menyampaikan rasa haru dan rendah hati atas penghargaan tersebut. Ia merasa apa yang telah diberikan selama ini belum sebanding, namun di masa pengabdian yang semakin senja, ia berkomitmen untuk tetap memberikan yang terbaik bagi madrasah.
Sebanyak 10 guru dan tenaga kependidikan menerima apresiasi pada kesempatan tersebut. Seluruh penerima penghargaan sepakat untuk terus berkontribusi dalam membangun madrasah agar menjadi lembaga pendidikan unggulan di tengah masyarakat, dengan tekad menjadikan MI Muhammadiyah 7 Kenep sebagai mercusuar pendidikan di lingkungan pedesaan.
Selain agenda penghargaan, kegiatan Hardiknas juga dirangkaikan dengan peluncuran sistem absensi digital madrasah. Inovasi ini menjadi langkah transformasi digital dalam tata kelola pendidikan di lingkungan madrasah.
Dalam keterangannya di ruang administrasi madrasah, tim IT madrasah, M. Khalif Syahriyan, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya madrasah untuk menjadi lembaga pendidikan yang berkemajuan dan adaptif terhadap perubahan zaman.
“Sudah saatnya wali kelas tidak lagi melakukan pencatatan kehadiran secara manual. Setiap pagi, siswa sudah melakukan presensi melalui mesin pemindai (scan) yang telah disiapkan madrasah,” jelasnya.
Dengan berbagai inovasi dan penghargaan tersebut, MI Muhammadiyah 7 Kenep menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan pendidikan yang maju, berkeadaban, serta mampu melahirkan generasi yang berpikiran progresif dan berakhlak mulia. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments