Pengajian Ahad Pagi MU yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Rungkut Surabaya berlangsung khidmat di Masjid Al Anwar Rungkut Surabaya pada Ahad (19/7/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 07.15 WIB tersebut diikuti dengan penuh antusias oleh jamaah dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah Rungkut, berbagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dan warga Persyarikatan Muhammadiyah di wilayah Rungkut Surabaya.
Rangkaian acara dipandu oleh Aurora Aqilla Efendi, murid MI Muhammadiyah 27 Surabaya sekaligus santri TPQ Masjid Al Anwar. Dengan gaya pembawaan yang ceria dan percaya diri, Aurora berhasil memandu jalannya acara sehingga berlangsung tertib, hangat, dan komunikatif.
Acara diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan sari tilawah oleh santri TPQ Masjid Al Anwar. Selanjutnya, peserta mengikuti sambutan dari ketua majelis tabligh PCM diteruskan dengan penyampaian tausiyah dan simbolis pemberian santunan dari panti asuhan LKSA Muhammadiyah Medokan Ayu sebagai puncak kegiatan pengajian.
Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan lancar dan penuh kekhidmatan, mencerminkan semangat menuntut ilmu serta mempererat ukhuwah Islamiyah di lingkungan Muhammadiyah Rungkut.
Perkuat Silaturahmi
Ketua Majelis Tabligh PCM Rungkut, Ismul Muchlis, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa pengajian rutin yang diselenggarakan setiap pekan ketiga setiap bulan merupakan salah satu ikhtiar Persyarikatan Muhammadiyah dalam memperkuat silaturahmi sekaligus meningkatkan semangat menuntut ilmu di kalangan warga Muhammadiyah.
Menurutnya, kegiatan tersebut dilaksanakan secara bergilir di berbagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), di antaranya LKSA Muhammadiyah Medokan Ayu, Masjid Al Anwar, dan Masjid Baiturrahman Rungkut Surabaya.
“Pengajian ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap pekan ketiga setiap bulan dengan lokasi yang bergantian, baik di LKSA Muhammadiyah Medokan Ayu, Masjid Al Anwar, maupun Masjid Baiturrahman Rungkut. Melalui kegiatan ini, kami ingin mempererat ukhuwah sekaligus menghadirkan ruang belajar yang bermanfaat bagi seluruh jamaah,” ujar Ismul.
Ia menambahkan bahwa kehadiran jamaah yang relatif sama dalam setiap pengajian bukanlah sesuatu yang perlu dipersoalkan. Justru hal tersebut menjadi wujud istiqamah dalam menuntut ilmu sebagai bagian dari ajaran Islam.
“Jika anak-anak menuntut ilmu melalui pendidikan formal di sekolah, maka bapak dan ibu dapat terus belajar melalui majelis ilmu seperti pengajian rutin ini. Semoga semangat untuk terus menuntut ilmu senantiasa terjaga sebagai bekal dalam meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan kualitas kehidupan,” pungkasnya.
Keberuntungan Hidup
Dalam tausiyahnya yang bertema “Meraih Sebuah Keberuntungan Hidup”, Imam Subeki Firmanto, S.Pd., selaku anggota majelis tabligh PCM Rungkut mengajak jamaah untuk memahami bahwa keberuntungan sejati tidak hanya diukur dari keberhasilan duniawi, tetapi juga dari kedekatan seorang hamba kepada Allah SWT. Ia mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-Mā’idah ayat 35 sebagai pedoman dalam meraih keberuntungan hidup.
“Allah SWT telah menunjukkan jalan bagi setiap hamba yang menginginkan keberuntungan. Keberuntungan itu dapat diraih melalui tiga hal, yaitu memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, mendekatkan diri kepada-Nya dengan memperbanyak amal saleh, serta berjihad di jalan Allah sesuai kemampuan masing-masing,” ujar Imam Subeki.
Ia menjelaskan bahwa keimanan harus diwujudkan melalui keyakinan yang kuat dalam hati, diucapkan dengan lisan melalui kalimat-kalimat yang baik, serta dibuktikan dengan melaksanakan segala perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya. Menurutnya, keteladanan Nabi Ibrahim AS menjadi contoh nyata dalam mendahulukan ketaatan kepada Allah SWT di atas segala kepentingan lainnya.
Lebih lanjut, Imam Subeki menegaskan bahwa iman dan amal shaleh merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Amal tanpa iman akan kehilangan nilainya, sementara iman yang tidak diwujudkan dalam amal akan menjadi tidak sempurna. Oleh karena itu, setiap muslim hendaknya senantiasa memperbanyak amal kebaikan, baik yang wajib maupun sunnah.
“Di antara amalan yang paling dicintai Allah SWT adalah melaksanakan sholat tepat waktu, atau paling tidak berjamaah jika belum mampu di awal waktu, berbakti kepada kedua orang tua dengan menaati, menghormati, dan merawat mereka, serta berjihad di jalan Allah melalui perjuangan melawan hawa nafsu dan menyebarkan ilmu yang bermanfaat,” jelasnya.
Menutup tausiyahnya, Imam Subeki mengajak seluruh jamaah untuk terus berjuang menegakkan ajaran Islam melalui semangat amar ma’ruf nahi mungkar. Menurutnya, istiqamah dalam beriman, memperbanyak amal saleh, dan berkontribusi dalam menyebarkan kebaikan merupakan kunci untuk meraih keberuntungan hidup, baik di dunia maupun di akhirat.
Selesai tausyiah diakhiri dengan kegiatan pemberian secara simbolis santunan non asrama dari panti asuhan LKSA Muhammadiyah Medokan Ayu Rungkut Surabaya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments