Pengurus Masjid Asy-Syifa Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan (RSML) bersama Aisyiyah Turi melaksanakan studi inspiratif ke Masjid Jogokariyan Yogyakarta pada (20-21/11/2025).
Masjid Jogokariyan dikenal sebagai rujukan nasional dalam pemberdayaan umat dan manajemen masjid modern.
Kegiatan ini dilandasi semangat QS At-Taubah ayat 18 tentang kewajiban memakmurkan masjid dengan iman, salat, zakat, dan ketakwaan. Nilai tersebut menjadi pijakan rombongan dalam menggali praktik terbaik pengelolaan masjid yang berorientasi pada pelayanan umat.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan mendapatkan penjelasan mengenai sistem database jamaah yang tertata rapi. Pendataan mencakup jamaah anak, remaja, hingga perempuan. Prinsip kemandirian jamaah ditanamkan agar setiap individu bertanggung jawab atas dirinya sembari membangun budaya saling menopang.
Masjid Jogokariyan juga menyediakan berbagai layanan sosial, seperti pengobatan gratis, mobil relawan dokter, program lansia, dan layanan kesehatan berbasis masjid yang aktif 24 jam. Semua kegiatan dirancang sebagai bentuk kehadiran masjid dalam kebutuhan nyata masyarakat.
Selama bulan Ramadhan, Masjid Jogokariyan membuka penginapan gratis bagi para pengelola masjid dari berbagai daerah. Program ini memberi kesempatan untuk belajar langsung praktik manajemen masjid secara komprehensif.
Bagi generasi muda, masjid mengembangkan tim media kreatif dengan berbagai pelatihan. Langkah ini membuat remaja lebih melek teknologi sekaligus menjadi penggerak program-program kekinian bernilai spiritual di lingkungan masjid.
Di bidang penghimpunan dana, kemampuan public speaking menjadi standar utama. Inovasi humanis juga diterapkan, seperti pemberian hadiah untuk memotivasi jamaah agar lebih dermawan.
Lantai dua masjid difungsikan sebagai ruang ramah anak, pusat kajian ibu muda, dan tempat belajar bersama tanpa memarahi anak. Program perempuan pun memperoleh fasilitas gratis, termasuk doorprize umrah, rekreasi jelang Ramadhan, dan penerapan fingerprint untuk kedisiplinan salat berjamaah.
Pemberdayaan ekonomi masyarakat ditata melalui pendampingan lebih dari 130 UMKM yang memperoleh stimulus modal. Program ekonomi ini diperkuat dengan ATM beras wakaf, usaha roti wakaf, serta penyaluran zakat produktif yang terukur dan transparan.
Seluruh aktivitas masjid dijalankan oleh relawan yang direkrut melalui open recruitment fi sabilillah. Laporan keuangan dan program disampaikan secara terbuka lewat buletin tahunan sebagai wujud akuntabilitas publik.
Dengan kunjungan ini, diharapkan Masjid Asy-Syifa Muhammadiyah Lamongan mampu merumuskan langkah inovatif yang lebih strategis.
Rombongan membawa pulang wawasan baru untuk memperkuat ekosistem pemberdayaan umat yang profesional, berkelanjutan, dan relevan dengan tantangan zaman. Semoga inspirasi ini menjadi pijakan lahirnya model pengelolaan masjid yang semakin mencerahkan masyarakat.





0 Tanggapan
Empty Comments