Sebanyak 32 qobilah menampilkan kreativitas dan bakat seni dalam Pentas Seni Jambore Pandu Pengenal (Jampanal) Hizbul Wathan (HW) Jawa Timur. Kegiatan yang berlangsung di Bumi Perkemahan HW Purwosari, Pasuruan, Rabu–Kamis (28–29/10/2026) malam ini menjadi ruang bagi peserta untuk mengekspresikan diri sekaligus mengenalkan nilai-nilai budaya lokal.
Pentas seni tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi peserta jambore, tetapi juga sarana penyaluran bakat, pengembangan kreativitas, dan pelestarian budaya. Beragam pertunjukan ditampilkan, mulai dari seni tari, drama teater, puisi, hingga opera.
Salah satu penampilan yang menarik perhatian datang dari kelompok putri Qobilah Buya Hamka SMP Muhammadiyah 1 Babat. Mereka membawakan pertunjukan yang mengangkat tema pentingnya menjaga dan melestarikan budaya lokal di tengah perkembangan zaman.
Melalui penampilan tersebut, mereka menyampaikan pesan bahwa kemajuan teknologi dan modernisasi bukan alasan untuk melupakan budaya sendiri. Generasi muda perlu mengenal, mencintai, dan menjaga warisan budaya agar tetap dikenal serta diwariskan kepada generasi berikutnya.
Dengan kreativitas dan kekompakan, kelompok putri Qobilah Buya Hamka berupaya menunjukkan bahwa budaya lokal merupakan bagian dari identitas bangsa yang perlu dijaga keberlangsungannya.
Keberanian tampil di hadapan peserta lain juga menjadi pengalaman penting bagi mereka. Melalui kegiatan ini, peserta berkesempatan melatih kepercayaan diri, membangun kekompakan, serta mengembangkan kemampuan bekerja sama dalam tim.
Pembina Qobilah Buya Hamka SMP Muhammadiyah 1 Babat, Ayunda Mindarti, mengapresiasi keberanian dan kreativitas para peserta dalam menampilkan pertunjukan tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi keberanian dan kreativitas anak-anak dalam menampilkan pertunjukan ini. Melalui pentas seni Jampanal, mereka belajar untuk lebih percaya diri, bekerja sama, dan berani mengekspresikan ide serta kemampuan yang dimiliki. Kami juga ingin menanamkan bahwa sebagai generasi muda, kita boleh mengikuti perkembangan zaman, tetapi jangan sampai melupakan budaya lokal yang menjadi identitas bangsa. Harapannya, pengalaman ini dapat,” ujarnya.
Bagi peserta, Jampanal HW Jawa Timur tidak hanya memberikan pengalaman berkepanduan, tetapi juga kesempatan untuk mengembangkan potensi diri melalui kegiatan seni. Pengalaman tersebut diharapkan dapat membentuk generasi muda yang percaya diri, kreatif, mampu bekerja sama, dan menghargai keberagaman budaya Indonesia. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments