Upacara peringatan Hari Kartini yang digelar pada Selasa (21/4/2026) di MI Muhammadiyah 2 Kedungbanteng berlangsung khidmat dan penuh makna. Kegiatan ini diikuti seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6, serta didampingi oleh dewan guru dengan penuh dedikasi.
Momentum ini dimanfaatkan sebagai sarana menanamkan nilai perjuangan, keteladanan, dan semangat belajar kepada para peserta didik. Bertindak sebagai pembina upacara, Yessy Roesfita menyampaikan amanat yang sarat makna tentang pentingnya meneladani sosok R.A. Kartini sebagai pahlawan emansipasi.
Dalam amanatnya, ia menegaskan bahwa Kartini bukan hanya simbol perjuangan perempuan, tetapi juga teladan bagi seluruh generasi dalam hal ketekunan menuntut ilmu dan kesungguhan dalam berbuat kebaikan.
“Semangat Kartini adalah semangat belajar tanpa henti. Kita harus rajin belajar, menghormati guru, dan terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik,” pesannya di hadapan peserta upacara.
Ia juga menekankan pentingnya budaya membaca sebagai kunci membuka wawasan, sebagaimana yang dicontohkan Kartini. Dalam konteks kehidupan saat ini, semangat tersebut dapat diwujudkan dengan membiasakan diri belajar secara disiplin serta memperkuat spiritualitas melalui membaca Al-Qur’an.
“Istiqomah membaca Al-Qur’an menjadi salah satu kunci membentuk pribadi yang berakhlak mulia dan berilmu,” tambahnya.
Melalui peringatan ini, diharapkan seluruh siswa mampu menumbuhkan semangat belajar yang tinggi, memiliki karakter kuat, serta menjadi generasi yang unggul, baik secara akademik maupun spiritual. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments