Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Perjuangan Murid ICP SDMM Taklukkan Cambridge Primary Checkpoint

Iklan Landscape Smamda
Perjuangan Murid ICP SDMM Taklukkan Cambridge Primary Checkpoint
Foto by Pradita Eka Putri, S.Pd.
pwmu.co -

Semangat, kerja keras, dan kebersamaan mewarnai perjalanan 26 murid kelas VI ICP SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) dalam mengikuti Cambridge Primary Checkpoint di Royal Hotel & Villa Batu, Jawa Timur.

Rabu menjadi hari keempat rombongan berada di Kota Batu sekaligus pelaksanaan ujian mata pelajaran ESL (English as Second Language) setelah sebelumnya menjalani ujian Matematika pada hari Senin.

Seluruh peserta dari SD Muhammadiyah Manyar bergabung di Panderman Hall bersama murid dari delapan sekolah lainnya.

Ujian ESL dimulai tepat pukul 09.00 WIB dan terdiri atas tiga paper yang menguji kemampuan membaca, mendengarkan, dan menulis dalam bahasa Inggris.

Sebelum ujian dimulai, peserta terlebih dahulu dipandu tim dari Universitas Negeri Malang untuk mengisi candidate name, center number, dan candidate number menggunakan huruf kapital.

Peserta diwajibkan menggunakan bolpoin dan tidak diperkenankan memakai correction pen. Jika terjadi kesalahan, murid cukup mencoret jawaban dengan dua garis.

Paper pertama, yakni Reading and Usage, terdiri atas 34 soal dengan waktu pengerjaan 35 menit.

Setelah itu, peserta mendapatkan waktu istirahat selama 10 menit sebelum melanjutkan ke Paper 2 Listening yang terdiri atas 20 soal dengan durasi 25 menit.

Sesi terakhir adalah Paper 3 Writing. Pada bagian ini, peserta diminta tetap fokus saat mengerjakan dua instruksi penulisan, yakni membuat tulisan sekitar 35 kata dan menulis hingga 110 kata dalam bahasa Inggris.

Selama ujian berlangsung, ruangan diawasi sembilan guru invigilator dari masing-masing sekolah peserta guna memastikan pelaksanaan ujian berjalan tertib dan lancar.

Salah satu peserta, Emir, mengaku bagian tersulit baginya adalah Listening Paper.

Menurutnya, audio pada awal sesi terdengar cukup jelas, tetapi pada bagian akhir suara native speaker kurang terdengar dengan baik.

Sementara itu, Kagawa mengungkapkan bahwa dirinya telah berusaha maksimal dan berharap mendapatkan hasil terbaik.

“Yang penting sudah berusaha dan berdoa semoga hasilnya memuaskan,” ujarnya.

Persiapan menghadapi ujian ternyata telah dilakukan secara intensif sehari sebelumnya. Para murid mendapatkan sesi enrichment bersama Syafa’atul Ilmiyah, S.Pd., yang akrab disapa Ustazah Mia dan juga merupakan guru ESL kelas VI ICP.

Kegiatan enrichment dilaksanakan dua kali sehari.

Sesi pagi dilakukan di Meltique Café dekat kolam renang hotel dengan fokus pembelajaran Reading and Usage serta Writing.

SMPM 5 Pucang SBY

Di sela kegiatan belajar, para murid menikmati waktu singkat untuk berenang sebagai penyegaran setelah belajar cukup intens.

Adapun sesi malam dilaksanakan di kamar agar suasana lebih fokus untuk persiapan Listening.

Setelah kegiatan belajar selesai, para murid kelas VI ICP menikmati kebersamaan dengan makan pizza bersama teman sekamar mereka.

Usai menyelesaikan ujian ESL, rombongan kelas VI ICP bersama tiga guru pendamping, yakni Pradita Eka Putri, S.Pd., Rudi Purnawan, M.Pd., dan Syafa’atul Ilmiyah, S.Pd., kembali menuju Gresik menggunakan bus yang telah disiapkan sejak pukul 11.00 WIB.

Di tengah perjalanan, rombongan sempat berkunjung ke WESB untuk membeli oleh-oleh dan menikmati makan siang sambil menikmati pemandangan.

Rombongan akhirnya tiba di Gresik pada pukul 16.45 WIB.

Tak hanya mendapatkan pengalaman akademik internasional, kegiatan tersebut juga menjadi ajang memperluas pertemanan.

Ferdi mengaku mendapatkan teman baru dari SD Lab UM Blitar dan telah saling menyimpan nomor telepon untuk tetap berkomunikasi melalui WhatsApp.

Koordinator ICP, Ema Rohmah Hayati, S.Pd., juga terus menjalin komunikasi dengan para guru pendamping sejak keberangkatan hingga rombongan kembali tiba di Gresik demi memastikan seluruh kegiatan berjalan aman dan lancar.

Bagi para murid, Cambridge Primary Checkpoint bukan sekadar ujian, tetapi juga pengalaman penuh cerita dan kebersamaan yang akan selalu dikenang.

“Cambridge Primary Checkpoint adalah momen kebersamaan yang tidak terlupakan,” ungkap Najwa.

Meski demikian, perjuangan mereka belum selesai. Pekan depan, tepatnya Rabu, 20 Mei 2026, para murid masih akan menghadapi satu mata pelajaran terakhir, yakni Science.

Semangat para murid kelas VI ICP SD Muhammadiyah Manyar membuktikan bahwa keberhasilan tidak hanya lahir dari kecerdasan, tetapi juga kerja keras, disiplin, doa, dan kebersamaan.

Dari Kota Batu, mereka belajar bahwa setiap perjuangan akan selalu menghadirkan cerita berharga untuk masa depan.

Revisi Oleh:
  • Satria - 15/05/2026 18:53
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡