Suasana hangat bercampur haru menyelimuti perpisahan siswa kelas 6-A dan 6-B SD Muhammadiyah 6 Gadung (SD Musix) Surabaya, Selasa (9/6/2026). Acara yang berlangsung khidmat di ruang kelas 6-B tersebut diinisiasi sepenuhnya oleh wali murid sebagai bentuk rasa syukur atas tuntasnya masa belajar siswa di jenjang sekolah dasar.
Kegiatan ini merupakan rangkaian lanjutan dari rekreasi luar ruangan ke River Tubing Jumpingan dan Sebani, Pasuruan, yang telah digelar Sabtu lalu. Acara dipandu oleh ibunda Anisa Chandra Tyas Kinanti dan dihadiri seluruh guru mata pelajaran, Wali Kelas 6-A Khusnul Khotimah, S.Pd., serta Wali Kelas 6-B M. Askan, S.Pd.
Pesan Menjaga Silaturahmi dan Akhlak
Dalam sambutannya, perwakilan wali kelas menegaskan bahwa kelulusan bukanlah akhir dari hubungan antara guru dan siswa, melainkan awal silaturahmi yang lebih luas sebagai sesama muslim.
“Tantangan di jenjang SMP akan berbeda. Jagalah diri dari pengaruh negatif. Kembalikan setiap persoalan kepada Allah dengan rajin salat, berbakti kepada orang tua, menjaga murajaah hafalan Al-Qur’an, serta mempertahankan hijab yang selama ini dikenakan bagi anak-anak perempuan,” pesannya penuh makna.
Apresiasi serupa disampaikan oleh perwakilan wali murid, ibunda dari Fathna Az Zahra Wulandari kelas 6-B. Ia menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kesabaran para asatizah dalam mendidik putra-putri mereka selama enam tahun.
“Anak-anakku, jangan pernah melupakan jasa ustaz dan ustazah kalian. Berkat perjuangan dan keikhlasan mereka, kalian semua bisa menyelesaikan pendidikan di SD Musix dengan baik,” tuturnya dengan penuh haru.
Isak Tangis dan Ikrar Persahabatan
Suasana semakin syahdu saat memasuki sesi bersalaman. Isak tangis pecah ketika para siswa menyalami guru dan teman-temannya sebagai tanda perpisahan.
Di tengah momen tersebut, Marwah Abidah selaku perwakilan siswa kelas 6-A menyampaikan pesan menyentuh kepada teman-temannya agar persahabatan mereka tetap terjalin meski kelak menempuh pendidikan di sekolah yang berbeda.
“Sekalipun nanti kita sudah tidak satu kelas, kita harus tetap bersahabat. Sampai jumpa saat reuni nanti, ya!” ucapnya yang disambut anggukan haru teman-temannya.
Acara ditutup dengan ramah tamah dan makan bersama yang disiapkan secara gotong royong oleh para wali murid. Momen kebersamaan ini mencairkan suasana sekaligus mempererat ukhuwah, yang diharapkan tetap terjaga meski para siswa akan melanjutkan perjalanan pendidikan di tempat berbeda. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments