Pesan penuh makna dari Ahmad Dahlan, “Hidup-hidupilah Muhammadiyah, jangan mencari hidup di Muhammadiyah”, kembali menggema dalam kegiatan Pelantikan dan Rapat Kerja (Raker) BEM UMMAD 2026 yang digelar di Aula Islamic Centre Madiun (IMC), akhir pekan lalu.
Pesan tersebut disampaikan oleh Ketua BEM UMMAD 2026, Maikel Jeksen, saat memberikan sambutan di hadapan pengurus dan tamu undangan.
Ia menegaskan bahwa pelantikan dan rapat kerja bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum penting dan sakral sebagai awal menjalankan amanah organisasi.
“Saya mengutip dari apa yang telah disampaikan oleh tokoh Muhammadiyah yaitu,” hidupilah Muhammadiyah namun jangan mencari atau menumpang hidup di Muhammadiyah,”
Menurutnya, sebagai mahasiswa dan pengurus organisasi, BEM harus menjadi motor penggerak yang mampu menghidupkan organisasi, bukan justru menjadikannya sebagai sarana kepentingan pribadi.
Maikel Jeksen juga menekankan bahwa pesan tersebut memiliki makna mendalam, khususnya dalam menjaga nilai dan integritas organisasi.
“Hal itu tentu saja menciderai nilai-nilai keorganisasian yang telah dibangun dan akan merugikan lembaga atau organisasi,’
Ia menambahkan bahwa fenomena mencari keuntungan pribadi dalam organisasi masih sering terjadi dan harus menjadi perhatian bersama.
Selain itu, dalam kesempatan yang sama, Maikel Jeksen turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Rektor serta seluruh pihak yang telah memberikan kepercayaan kepadanya untuk memimpin BEM UMMAD satu periode ke depan.
Berdasarkan Surat Keputusan Rektor Universitas Muhammadiyah Madiun Nomor 8/Kep/1/2026, Maikel Jeksen resmi ditetapkan sebagai Ketua BEM UMMAD 2026. Sementara itu, Amira Shaferina Al Arif dipercaya sebagai Wakil Ketua.
Pembacaan surat keputusan tersebut dilakukan oleh Pembina BEM UMMAD, Muhammad Adyakarti Farid.
Keduanya dilantik bersama sekitar 20 pengurus lainnya dalam kegiatan Pelantikan dan Rapat Kerja BEM UMMAD 2026 yang berlangsung di Aula Islamic Centre Madiun.
Struktur kepengurusan BEM UMMAD 2026 terdiri dari enam kementerian, yaitu Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa, Kementerian Kajian Isu dan Strategis, serta Kementerian Komunikasi dan Informasi.
Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi seluruh pengurus untuk meneguhkan komitmen dalam menjalankan organisasi secara amanah, profesional, dan berintegritas.
Pesan KH Ahmad Dahlan yang kembali diangkat dalam forum tersebut diharapkan menjadi pengingat bahwa organisasi bukan tempat mencari keuntungan pribadi, melainkan wadah pengabdian dan kontribusi nyata.
Dengan semangat tersebut, BEM UMMAD 2026 diharapkan mampu menghadirkan program kerja yang berdampak serta menjaga nilai-nilai keorganisasian yang telah dibangun.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments