Mengenakan pakaian profesi sesuai cita-cita, siswa TK ABA VI Kota Probolinggo mengikuti Profession Day dengan cara berbeda. Jika biasanya anak-anak hanya mengenakan kostum polisi, tentara, atau tenaga kesehatan, kali ini mereka mendapat kesempatan mengenal profesi bidan secara langsung bersama tenaga medis dari Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Muhammadiyah Kota Probolinggo, Senin (10/8/2026).
Kegiatan Profession Day merupakan program yang dilaksanakan TK ABA VI setiap tanggal 10. Melalui kegiatan ini, siswa diajak mengenal berbagai profesi sekaligus menumbuhkan motivasi untuk meraih cita-cita sejak usia dini.
TK ABA VI berada di Jalan Krajan Baru, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo. Pada kegiatan kali ini, sekolah menghadirkan Oktavia, seorang bidan dari RSIA Muhammadiyah Kota Probolinggo, untuk memperkenalkan tugas dan peran bidan kepada para siswa.
Oktavia menjelaskan profesi bidan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami anak-anak. Ia mengenalkan berbagai tugas bidan, terutama dalam memberikan pelayanan kepada ibu dan anak serta membantu proses persalinan.
Suasana semakin meriah ketika Oktavia mengeluarkan sebuah boneka sebagai alat bantu untuk menjelaskan profesinya. Sontak, para siswa tertawa dan menunjukkan ketertarikan terhadap benda yang dibawa oleh tenaga medis tersebut.
Oktavia kemudian mengajak siswa berbicara tentang cita-cita. Ketika ditanya siapa yang ingin menjadi bidan, hampir seluruh siswa langsung mengacungkan tangan.
Salah seorang siswa, Nazifa, bahkan menyampaikan cita-citanya dengan polos setelah mengikuti penjelasan tersebut.
“Aku kalau sudah besar mau jadi bidan supaya bisa bantu ibu mengeluarkan adek bayi dari perutnya,” ucap Nazifa.
Siswa Praktik Menjadi Bidan dan Pasien
Tidak berhenti pada penjelasan, Oktavia kemudian mengajak lima siswa menuju ruang UKS untuk melakukan praktik sederhana. Mereka diminta memerankan tenaga kesehatan dan pasien agar dapat merasakan secara langsung suasana pelayanan kesehatan.
Ica, Zea, dan Aisyah mendapat peran sebagai bidan. Ketiganya dipilih karena mengenakan pakaian yang menyerupai seragam tenaga kesehatan. Sementara itu, Raffa dan Marvel berperan sebagai pasien.
Dalam praktik tersebut, para siswa menggunakan sejumlah perlengkapan kesehatan yang dibawa Oktavia. Salah satunya stetoskop yang digunakan untuk memeriksa kondisi pasien.
Saat Marvel berbaring dan diperiksa oleh Ica menggunakan stetoskop, ia spontan mengungkapkan rasa tidak nyaman dengan gaya khas anak-anak.
“Aduh, e glicek aku,” kata Marvel sambil memegangi perutnya.
Praktik sederhana tersebut membuat suasana kegiatan semakin menyenangkan. Para siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung melalui permainan peran.
Oktavia mengaku senang melihat antusiasme siswa dalam mengikuti kegiatan. Menurutnya, pengenalan profesi melalui praktik sederhana dapat membantu anak-anak memahami pekerjaan yang mereka cita-citakan dengan cara yang menyenangkan.
Kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi siswa untuk belajar mengenal profesi tenaga kesehatan sekaligus memahami bahwa setiap pekerjaan memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing.
Kenalkan Beragam Profesi Sejak Dini
Bagi TK ABA VI, Profession Day menjadi salah satu sarana pembelajaran untuk memperkenalkan dunia profesi kepada anak-anak melalui pengalaman yang dekat dengan kehidupan mereka.
Kegiatan tidak hanya diarahkan agar siswa mengetahui nama suatu profesi, tetapi juga memahami secara sederhana tugas yang dilakukan oleh orang-orang dalam profesi tersebut. Dengan demikian, cita-cita yang dimiliki siswa dapat tumbuh bersama pengalaman dan pengetahuan yang mereka peroleh.
Oktavia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin dengan menghadirkan berbagai profesi yang diminati anak-anak.
Ia berharap setiap tanggal 10 dapat menjadi momentum bagi siswa untuk mengenal profesi baru, mencoba pengalaman sederhana, dan semakin termotivasi dalam meraih cita-cita mereka.
Melalui Profession Day, TK ABA VI Kota Probolinggo menunjukkan bahwa mengenalkan cita-cita kepada anak usia dini tidak harus dilakukan melalui pembelajaran di dalam kelas. Mengenakan kostum, bertemu langsung dengan seorang profesional, hingga bermain peran dapat menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan dan berkesan bagi anak-anak. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments