Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Renungan dalam Kajian Pagi di Masjid Faqih Oesman: Bentakan Anak Lebih Menyakitkan daripada Saat Melahirkan

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Renungan dalam Kajian Pagi di Masjid Faqih Oesman: Bentakan Anak Lebih Menyakitkan daripada Saat Melahirkan
Lebih dari 200 jamaah hadir dalam kajian Subuh di Masjid Faqih Oesman Unmuh Gresik. (Ruhama/PWMU.CO)
pwmu.co -

Lebih dari 200 jamaah memenuhi Masjid Faqih Oesman untuk menunaikan shalat subuh. Setelah salam, mereka tidak pulang. Lanjut mengikuti kajian rutin buku “Jejak-Jejak Berpijak” yang ditulis langsung oleh penceramahnya.

Kali ini, Najib Sulhan mengupas bab 3, tentang “Memuliakan Orang Tua”. Materi ini sebagai imun dari salah satu dosa besar yang amat besar, yaitu durhakan kepada orang tua setelah syirik kepada Allah.

Berbakti pada Orang Tua

Untuk mengawali ceramahnya, Najib berkisah tentang sahabat yang meminta petunjuk kepada Rasulullah tentang berbakti kepada orang tua.

“Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak aku berbakti kepadanya? Beliau menjawab, ‘Ibumu’. Lalu siapa lagi? Rasulullah tetap menjawab, ‘Ibumu’. Sahabat ini belum puas, bertanya lagi, lalu siapa lagi ya Rasulullah? Jawaban tetap sama, Ibumu. Baru pada pertanyaan yang keempat, Rasulullah Muhammad saw menjawab ‘ayahmu’.

Sebuah gambaran yang jelas, ibarat sebuah lomba, maka ibu telah mendapatkan medali, emas, perak, juga perunggu. Sementara ayah pada posisi harapan 1 dan selanjutnya.

Selanjutnya Najib Sulhan memberikan uraian tentang peran ibu dan ayah dalam keluarga. Surat Al-Ahqaf ayat 15, derita ibu tergambar nyata, termasuk tugas ayah dalam keluarga sehingga anak harus memuliakan orang tua.

Perjuangan Seorang Ibu

“Ibu mengandung dalam kondisi yang sangat lelah. Lalu melahirkan buah hati dengan taruhan nyawa. Tidak cukup itu, ibu menyusui selama 2 tahun. Ini bukan waktu yang pendek. Selama 30 bulan buah hati dalam kasih sayang ibu yang tak kenal letih.” Tutur Najib dengan wajah berkaca-kaca.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Seorang anak harus mampu memuliakan orang tua. Bahkan dengan tegas Allah melarang kepada anak untuk mengucapkan kata “ah”, apalagi membentak.

Pada kesempatan ini, Najib Sulhan mengajak jamaah untuk merenungi perjuangan seorang ibu. Kehadiran buah hati sesungguhnya bahagia di tengah letih dan lelah.

“Sesungguhnya seorang ibu di tengah lelah yang bertambah lelah tetap bahagia dengan hadirnya buah hati. Justru seorang ibu akan terasa sakit ketika mendengar bantahan dan bentakan keras dari anak.”

Kewajiban Ayah dalam Keluarga

Najib juga menjelaskankan kewajiban ayah dalam keluarga. Beliau mengambil rujukan surat Al-Baqarah ayat 233.

“Ada kewajiban yang harus dilakukan oleh ayah sebagai pemimpin keluarga. Selain memberikan makan, juga menyiapkan sandang dan papan dengan cara yang baik. Tidak kalah penting, kebutuhan pendidikan juga harus disiapkan,” pungkasnya. (*)

Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 17/10/2026 18:55
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu