RSI Siti Aisyah Madiun menjadi lokasi praktik pelatihan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan yang berfokus pada layanan ibu dan bayi.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi strategis bersama Bapelkessos Murnajati Kampus Madiun, yang diikuti tenaga kesehatan dari Puskesmas wilayah Madiun dan Nganjuk.
Pelatihan ini mencakup empat aspek penting layanan kesehatan ibu dan anak, yaitu:
- Antenatal Care (ANC)
- Intranatal Care (INC)
- Postnatal Care (PNC)
- Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK)
Dalam pelaksanaannya, tim Perinatologi dan Ruang Bersalin RSI Siti Aisyah Madiun bertindak sebagai fasilitator lapangan.
Rina Setyaningsih menjelaskan bahwa kegiatan difokuskan pada praktik pengambilan sampel SHK.
“Skrining ini sangat penting dilakukan sejak dini untuk mencegah keterlambatan pertumbuhan dan gangguan perkembangan pada bayi,” ujarnya.
Sebanyak 14 peserta dibagi dalam dua gelombang untuk memastikan proses pembelajaran berjalan efektif tanpa mengganggu kenyamanan pasien.
Selain bayi, peserta juga mendapatkan materi tentang perawatan ibu nifas (PNC) di ruang bersalin.
Deni Triasmorowati menekankan pentingnya ketelitian dalam masa nifas.
“Kami mengajarkan pemeriksaan menyeluruh, mulai dari tekanan darah, kontraksi rahim, hingga pemantauan pendarahan,” jelasnya.
Peserta juga dilatih untuk:
- Mengukur Tinggi Fundus Uteri (TFU)
- Memantau kondisi laktasi
- Mengidentifikasi potensi komplikasi sejak dini
Pelatihan ini menjadi bentuk sinergi antara institusi pelatihan kesehatan dan rumah sakit rujukan.
Tujuannya adalah mencetak tenaga kesehatan yang:
- Lebih terampil
- Responsif
- Siap menghadapi kasus ibu dan bayi
Melalui peningkatan kompetensi ini, diharapkan kualitas layanan kesehatan di tingkat Puskesmas semakin meningkat.
Deteksi dini melalui ANC, INC, PNC, dan SHK menjadi kunci dalam menekan angka kematian ibu dan bayi di wilayah Madiun dan sekitarnya.





0 Tanggapan
Empty Comments