Iwantoro S.Pd terpilih menjadi Kepala Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) 13 Sendangagung dalam Musyawarah Pemilihan Kepala Madrasah. Kegiatan tersebut digelar di Jalan Raya KH. Ahmad Dahlan Nomer 99 Sendangagung Paciran Lamongan Jawa Timur pada Ahad (7/6/2026).
Acara yang dihelat di Lantai 2 Gedung Perguruan Muhammadiyah Sendangagung tersebut dihadiri 2 dari Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Paciran, Ketua Majelis Drs. Fahrudin AM didampingi Khosyiin S. Pd, 7 jajaran PRM Sendangagung dan 17 guru MIM 13 Sendangagung.
Acara dimulai jam 13.30-14.45 WIB dengan agenda utama Musyawarah Pemilihan Kepala Madrasah yang dipandu oleh Wakil Ketua PRM Bidang Dikdasmen dan PNF, Aminuddin M. Pd.
Usai prosesi pemungutan suara dengan cara setiap guru mencontreng kertas suara berwarna kuning yang telah disiapkan Nasih Arif, hasil perolehan suara dibacakan Gondo Waloyo dan direkap oleh Salman Ahsanul Khuluq S. Pd, maka Iwantoro S. Pd terpilih menjadi Kepala MIM 13 Sendangagung dengan perolehan suara 12 dari 17 pemilih.
Iwantoro S. Pd, anak ke-5 dari pasangan Kasmaun dan Sukimah berucap Bismillah dengan harapan semoga bisa menjalankan amanat, memimpin madrasah dengan 19 guru dan 135 murid.
“Mohon doa dan dukungan baik guru maupun PRM Sendangagung, semoga saya mampu mengemban amanat yang tak ringan ini, memimpin madrasah yang secara historis merupakan Amal Usaha Muhammadiyah pertama di ranting Sendangagung,” ujar pria kelahiran 17 Februari 1984 ini.
Kepemimpinan Baru
Sementara itu, Kepala MIM 13 saat ini, Ahmad Arif mengucap selamat atas amanah dan kepercayaan yang telah diberikan kepada Iwantoro, S.Pd untuk memimpin MI Muhammadiyah 13 Sendangagung (2026-2030)
“Ini bukan hanya sebuah kehormatan, tetapi juga tanggung jawab besar untuk membawa MI Muhammadiyah 13 menuju arah yang lebih baik.
Menurutnya, sebagai kepala yang telah menyelesaikan masa tugas, ia percaya bahwa setiap generasi kepemimpinan memiliki kesempatan untuk menciptakan perubahan dan meninggalkan jejak positif.
“Jagalah integritas, dengarkan aspirasi anggota, dan jadilah teladan dalam setiap tindakan. Keberhasilan seorang pemimpin tidak diukur dari seberapa besar kekuasaan yang dimiliki, melainkan dari seberapa besar manfaat yang diberikan kepada orang-orang yang dipimpinnya,” imbuhnya.
Perjalanan ke depan tentu tidak selalu mudah. Akan ada tantangan, perbedaan pendapat, dan berbagai keputusan yang harus diambil. Namun, yakinlah bahwa dengan kerja keras, kebijaksanaan, dan semangat kebersamaan, setiap tantangan dapat diubah menjadi peluang untuk bertumbuh.
Ia juga berharap agar Kamad bisa melanjutkan hal-hal baik yang telah dibangun, memperbaiki kekurangan yang ada, serta menghadirkan inovasi baru demi kemajuan bersama.
“Jangan ragu untuk belajar, berkolaborasi, dan meminta masukan dari berbagai pihak. Kepemimpinan yang kuat lahir dari kerendahan hati untuk terus berkembang. seorang nahkoda yang kuat bukan yang pandai mengendalikan kapal, tapi yang mampu memahami kondisi lautan luas,” pesannya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments