Di tengah persaingan ketat Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026, satu nama dari Muhammadiyah Boarding School (MBS) SMA Muhammadiyah 3 (Smamuga) Tulangan berhasil mencatatkan prestasi membanggakan.
Ia adalah Fitri Nur Hanifa, siswi kelas XII C yang menjadi satu-satunya santri MBS Smamuga yang lolos melalui jalur tersebut. Dirinya diterima di Universitas Negeri Surabaya jurusan S1 Pendidikan Bahasa Jepang.
Lahir di Sidoarjo, 24 Januari 2008, Fitri tumbuh sebagai anak pertama dari dua bersaudara. Putri dari ayah seorang pegawai pabrik dan ibu rumah tangga ini tinggal di Desa Kemantren RT 05 RW 02 Tulangan. Di balik kesederhanaan latar belakang keluarganya, tersimpan tekad kuat untuk meraih masa depan gemilang.
“Jujur, saya sangat bersyukur bisa lolos SNBP 2026 ini,” ungkap Fitri dengan penuh haru saat diwawancarai. Ia tak lupa menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Allah SWT, kedua orang tua, serta seluruh guru yang telah membimbingnya hingga mencapai titik ini.
Konsistensi Jadi Kunci
Keberhasilan Fitri bukanlah hasil instan. Ia menegaskan bahwa kunci utama lolos SNBP adalah menjaga konsistensi sejak awal.
“Saya terus berusaha menjaga nilai rapor agar tetap stabil dan meningkat sejak semester awal. Kuncinya konsistensi dalam belajar dan tidak bosan mengasah kemampuan akademik,” tuturnya.
Di tengah padatnya aktivitas sebagai santri MBS yang harus mengikuti pembelajaran diniyah, Fitri dituntut memiliki manajemen waktu yang baik. Ia menyiasati dengan memanfaatkan waktu luang di sekolah.
“Saya memaksimalkan waktu luang untuk mencicil tugas. Jadi saat waktu diniyah, saya bisa fokus tanpa memikirkan tugas yang belum selesai,”jelasnya.
Lingkungan yang Membentuk Karakter
Bagi Fitri, pendidikan di Smamuga, khususnya di lingkungan MBS, bukan hanya soal akademik. Ia merasakan langsung bagaimana karakter dan kemandirian dibentuk.
“Pengalaman paling berharga adalah pembentukan karakter dan kemandirian. Di MBS, saya belajar disiplin dan manajemen waktu. Lingkungannya juga sangat suportif, teman dan guru saling menyemangati dalam kebaikan,” ujarnya.
Ia juga menilai Smamuga memiliki keunggulan pada keseimbangan antara kurikulum akademik dan pendidikan agama. Meski demikian, Fitri berharap ke depan metode pembelajaran bisa lebih variatif dan interaktif agar siswa semakin antusias.
Dukungan yang Tak Tergantikan
Fitri menyadari, keberhasilannya tidak lepas dari peran banyak pihak. Ia menyebut doa orang tua sebagai kekuatan utama.
“Keberhasilan ini adalah hasil dari dukungan dan doa orang tua, guru-guru yang memberikan arahan, serta teman-teman yang menjadi penyemangat. Tanpa mereka, saya tidak mungkin bisa sampai di posisi ini,” ungkapnya tulus.
Mimpi Besar, Bermanfaat bagi Sesama
Ketika ditanya tentang cita-cita, Fitri memilih merendah. Ia hanya meminta doa agar dapat bekerja sesuai harapannya di masa depan.
Namun lebih dari itu, ia memiliki mimpi yang sederhana tetapi bermakna.
“Kebanggaan terbesar saya bukan hanya karier, tapi bisa menjadi orang yang bermanfaat, memberi pengaruh positif, dan melihat orang tua bangga dengan pencapaian saya,” katanya.
Pesan untuk Pejuang SNBT
Di akhir wawancara, Fitri memberikan semangat bagi teman-temannya yang belum lolos SNBP dan kini tengah berjuang melalui jalur SNBT/UTBK 2026.
“Untuk teman-teman yang sedang berjuang, tetap semangat! Jangan menyerah, karena hasil tidak akan mengkhianati usaha,” pesannya.
Kisah Fitri Nur Hanifa menjadi bukti bahwa kerja keras, konsistensi, serta doa yang tak putus mampu mengantarkan seseorang meraih impian. Dari ruang-ruang sederhana di MBS Smamuga, lahir harapan besar untuk masa depan yang lebih gemilang. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments