Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Sekolah Nir SPP: Catatan Asesor MFS 2026 di SMA Muhammadiyah 10 Sugio Lamongan

Iklan Landscape Smamda
Sekolah Nir SPP: Catatan Asesor MFS 2026 di SMA Muhammadiyah 10 Sugio Lamongan
Oleh : Sulton Dedi Wijaya, S.Pd., M.Pd. Asesor Muhammadiyah Future School (MFS) 2026 dan Dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura)

Menjadi asesor Muhammadiyah Future School (MFS) 2026 membawa saya bertemu dengan banyak sekolah Muhammadiyah yang memiliki keunikan dan keunggulan masing-masing. Salah satu pengalaman yang berkesan adalah saat melakukan visitasi di SMA Muhammadiyah 10 Sugio Lamongan (Smamse), Kamis (16/7/2026).

Visitasi ini bukan sekadar menjalankan tugas penilaian. Bagi saya, momen tersebut menjadi kesempatan menyaksikan secara langsung bagaimana sebuah sekolah berupaya menghadirkan pendidikan yang mencerdaskan tanpa membebani peserta didik.

Langkah pertama memasuki gerbang SMAMSE sudah memberikan kesan yang berbeda. Gerbang sekolah yang megah, menyerupai kompleks perumahan modern maupun kantor pemerintahan, berpadu dengan suasana yang teduh. Pepohonan rindang di hampir setiap sudut sekolah menciptakan lingkungan belajar yang nyaman sekaligus mencerminkan komitmen sekolah dalam membangun ekosistem pendidikan yang bermartabat.

Dalam sambutannya, Kepala SMA Muhammadiyah 10 Sugio Lamongan, Drs. H. Mashudi, M.Si., menyampaikan apresiasi kepada Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur atas pelaksanaan visitasi Muhammadiyah Future School.

Menurutnya, MFS bukan sekadar instrumen evaluasi, melainkan sarana memetakan kesiapan sekolah menghadapi akreditasi tahun 2027 sekaligus meningkatkan kualitas kelembagaan.

Yang paling menarik perhatian adalah komitmen sekolah sebagai sekolah nir SPP, yakni sekolah yang tidak membebankan biaya pendidikan kepada peserta didik. Kebijakan tersebut menjadi bentuk nyata ikhtiar Muhammadiyah dalam menghadirkan pendidikan yang dapat diakses seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang kondisi ekonomi.

Komitmen itu juga tampak dari berbagai fasilitas yang disediakan sekolah. Salah satunya adalah mobil pick-up yang dimanfaatkan sebagai media praktik belajar mengemudi bagi siswa. Selain itu, terdapat Masjid Tamimiyah yang representatif sebagai pusat ibadah sekaligus pembinaan karakter religius hasil sinergi sekolah dengan Yayasan Bina Muwahhidin.

Rangkaian visitasi diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah. Suasana berlangsung khidmat dan mencerminkan nilai-nilai Persyarikatan Muhammadiyah.

Sesi utama berlangsung pukul 09.00 hingga 15.00 WIB dengan melibatkan 17 guru.

Melalui layar smart TV, berbagai data sekolah dikonfirmasi, diverifikasi, dan divalidasi secara terbuka. Setiap guru memperoleh kesempatan memberikan penjelasan maupun klarifikasi terhadap data yang ditampilkan.

Proses tersebut tidak hanya menjadi evaluasi administratif, tetapi juga ruang belajar bersama. Beberapa temuan, seperti ketidaksesuaian dokumentasi foto, justru menghadirkan suasana yang cair karena disikapi dengan penuh keterbukaan sekaligus menjadi bahan perbaikan bersama.

Pada sesi penutup, pihak sekolah berharap hasil visitasi MFS dapat menjadi dasar pembenahan administrasi, peningkatan layanan kepada peserta didik, serta memperkuat hubungan sekolah dengan masyarakat.

Harapan tersebut sejalan dengan branding sekolah, “Mengubah Potensi Menjadi Prestasi.”

Sebagai asesor, saya menyampaikan empat rekomendasi utama bagi SMAMSE.

Pertama, menjaga nilai-nilai dan karakter sekolah agar tetap mampu bersaing, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.

SMPM 5 Pucang SBY

Kedua, memperkuat rapport dan komunikasi harmonis antara guru, tenaga kependidikan, pimpinan sekolah, peserta didik, serta seluruh pemangku kepentingan.

Ketiga, menghadirkan keteladanan guru yang didukung lingkungan belajar yang edukatif melalui pesan-pesan inspiratif, kutipan motivasi, ayat-ayat Al-Qur’an, serta hadis-hadis tematik yang menghiasi lingkungan sekolah sebagai penguat karakter peserta didik.

Keempat, terus mendorong inovasi pembelajaran serta meningkatkan kompetensi bahasa asing, khususnya Bahasa Inggris dan Bahasa Arab, sebagai bekal menghadapi tantangan global.

Di penghujung visitasi, Kepala Sekolah dan Bendahara Sekolah sama-sama berharap agar hasil Muhammadiyah Future School tidak berhenti sebagai dokumen evaluasi semata, melainkan menjadi momentum silaturahmi akademik Persyarikatan Muhammadiyah yang berkelanjutan.

Harapan itu bertujuan agar kualitas layanan pendidikan terus meningkat dan branding sekolah “Mengubah Potensi Menjadi Prestasi” benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Sebelum meninggalkan sekolah, saya kembali mengingatkan pentingnya menjadikan Al Islam dan Kemuhammadiyahan sebagai ruh seluruh proses pendidikan.

Ketika nilai tauhid hidup dalam hati para pendidik, maka setiap proses mencerdaskan anak bangsa akan bernilai ibadah.

Sebagaimana firman Allah, “Jika kamu menolong agama Allah, niscaya Dia akan menolongmu.”

Mari menjemput pertolongan itu melalui kesungguhan dalam menuntut ilmu, mengajar, dan beramal saleh, karena amal yang dilakukan dengan ikhlas akan menjadi amal jariyah yang terus mengalir.

Saat melangkah meninggalkan SMAMSE, gerbang megah sekolah itu kembali terlihat. Namun, yang paling membekas bukanlah kemegahan bangunannya, melainkan komitmen sekolah dalam menghadirkan pendidikan yang mencerdaskan tanpa membebani.

Sebuah ikhtiar agar setiap anak, tanpa memandang latar belakang ekonomi, memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi dan meraih prestasi.

Nashrun minallahi wa fathun qarib.

SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu