Mengisi momen peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus HUT RI, sebanyak 15 siswa kelas Tahfidz (kelas 4, 5, dan 6) SD Muhammadiyah 1 Balongpanggang (SD Mutu Kagumi) tampil penuh semangat dan antusiasme tinggi dalam kegiatan Pesantren Weekend. Acara yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren MBS Albirru bekerja sama dengan Fathan Adhima ini berlangsung pada Senin hingga Selasa (24–25/8/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh total 103 peserta, dengan 65 peserta di antaranya bermalam di asrama pondok untuk merasakan ritme kehidupan para santri. Rangkaian acara diawali pada hari pertama dengan berbagai kegiatan seru, mulai dari lomba khas 17 Agustus, shalat berjamaah, kultum, halaqah Qur’an, hingga lomba memasak.
Memasuki hari kedua, suasana semakin kompetitif dan edukatif dengan digelarnya Olimpiade Al-Qur’an. Siswa-siswi SD Mutu Kagumi tampak sangat bersemangat mengikuti setiap sesi dari awal hingga akhir.
Mudir MBS Albirru, Majid, menjelaskan bahwa agenda ini dirancang sebagai wadah silaturahmi sekaligus evaluasi capaian pembelajaran siswa.
“Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat ukhuwah antarlembaga. Adanya Olimpiade Qur’an berfungsi mengevaluasi pemahaman siswa-siswi terkait hafalan Al-Qur’an, tajwid, hingga nahwu sharaf. Hasilnya nanti akan diserahkan ke sekolah atau TPQ masing-masing sebagai bahan evaluasi lanjutan,” tutur Majid.
Melihat performa dan kesungguhan para peserta, Majid mengaku sangat bangga menyaksikan antusiasme siswa-siswi SD Mutu Kagumi. Beliau meyakini bahwa anak-anak ini insyaAllah akan tumbuh menjadi generasi yang tetap teguh mencintai Al-Qur’an di era modern saat ini.
Sementara itu, Karim selaku perwakilan LP2M Balongpanggang memberikan motivasi mendalam agar para peserta terbiasa dengan nilai disiplin dan rasa cinta pada Al-Qur’an sejak dini.
“Cintai Qur’anmu, sayangi orang baik di sekitarmu, maka Allah akan menyiapkan hidupmu dengan baik ” pesan Karim kepada seluruh peserta.
Karim juga menyampaikan kesan yang mendalam atas kolaborasi indah antara MBS Albirru dan SD Mutu Kagumi. Beliau berharap melalui pengalaman berharga ini, benih-benih kecintaan terhadap kehidupan pesantren semakin bertumbuh dalam diri para siswa, sehingga kelak anak-anak tergerak dan siap untuk melanjutkan pendidikan dengan mondok di pesantren. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments