Dinding beton masjid raya di kawasan Dampek itu mungkin telah runtuh dan tak lagi aman digunakan akibat guncangan bencana. Namun, asa jamaah untuk tetap menjalankan ibadah berjamaah tidak pernah ikut roboh.
Hanya dalam waktu dua hari, bahu-membahu antara relawan kemanusiaan dan warga setempat berhasil mendirikan kembali rumah ibadah darurat yang siap menampung salat berjamaah (30/8/2026).
Aksi tanggap cepat ini bermula dari aspirasi serta permohonan tulus pengurus takmir masjid setempat. Setelah beberapa hari tim relawan berada di lokasi untuk memberikan pelayanan medis serta mengevakuasi para korban terdampak, pihak takmir menyampaikan harapan besar agar Muhammadiyah berkenan membantu mendirikan fasilitas ibadah sementara.
Mengingat masjid raya utama mereka telah rusak parah, keberadaan tempat shalat darurat menjadi kebutuhan spiritual yang sangat mendesak bagi warga Dampek.
Menanggapi permohonan tersebut, tim Relawan Muhammadiyah Jawa Timur langsung bergerak cepat secara kolaboratif. Sinergi ini melibatkan Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah Makassar, tim Kedokteran dan Kesehatan dari Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar (FK Unismuh), tim Relawan Klinik Muhammadiyah Ende, serta dukungan penuh logistik dari Lazismu Jawa Timur.
Proses pembangunan dimulai dengan semangat gotong royong yang tinggi. Bersama warga lokal, para relawan bahu-membahu menebang dan memotong bambu di sekitar lokasi sebagai penopang utama struktur bangunan. Pada hari pertama, koordinasi yang solid berhasil menyelesaikan penyusunan kerangka dasar masjid.
Memasuki hari kedua, pengerjaan dilanjutkan dengan pemasangan atap menggunakan terpal berkualitas dari Lazismu Jawa Timur, lengkap dengan penyiapan tandon penampungan air bersih.
Tak hanya itu, tim Relawan Muhamadiyah juga merancang serta memasang instalasi tempat wudhu yang dilengkapi dengan empat titik kran air siap pakai. Tepat pada sore hari kedua penugasan, seluruh proses pembangunan masjid darurat tersebut berhasil dirampungkan secara sempurna.
“Alhamdulillah, begitu bangunan selesai di sore hari, tempat ini langsung bisa kita gunakan bersama warga untuk melaksanakan salat Maghrib dan Isya berjamaah,” ungkap salah seorang relawan yang baru saja tiba kembali di Ende usai menyelesaikan misi penugasan pada malam harinya pukul 22.30 WITA.
Suasana haru dan rasa syukur menyelimuti jamaah saat azan kembali berkumandang dari masjid darurat berbahan bambu dan terpal tersebut. Usai shalat berjamaah, imam masjid bersama jajaran takmir menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang tak terhingga kepada Lazismu Jawa Timur dan seluruh tim relawan gabungan atas kepedulian yang nyata.
Meskipun kini warga telah memiliki tempat ibadah sementara, pengurus takmir tetap menyelipkan harapan agar ke depan masjid utama mereka yang telah rubuh dapat dibangun kembali secara permanen. Dari atas sajadah masjid darurat di Dampek, sepercik harapan dan rasa kekeluargaan kini kembali terajut hangat di tengah ujian bencana.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments