Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Sepuluh Hal yang Harus Dilakukan Lembaga Dakwah Khusus

Iklan Landscape Smamda
Sepuluh Hal yang Harus Dilakukan Lembaga Dakwah Khusus
pwmu.co -
M Saad Ibrahim. (Aan/ PWMU.CO)

PWMU.CO – Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Dr M Saad Ibrahim menyampaikan ada sepuluh penguatan kelembagaan yang harus dilakukan oleh Lembaga Dakwah Khusus (LDK).

Saad menyampaikan, penguatan kelembagaan pertama adalah berbasis pada ideologi agama, sesuai dengan paham Muhammadiyah.

Menurut dia, umat Islam diperintahkan untuk berdakwah, maka sebagai wasilah untuk itu KH Ahmad Dahlan mendirikan Persyarikatan Muhammadiyah.

“Dakwah adalah persoalan masa depan untuk keberlangsungan agama di muka bumi ini. Karena itu, segala wasilah ke arah sana harus diwujudkan. Salah satunya dengan dibentuknya LDK ini,” katanya dalam sesi materi Bimbingan Teknis (Bimtek) Dai Komunitas yang diadakan LDK PWM Jatim di Hotel Gunawangsa Merr Surabaya, Selasa (27/11/18).

Kedua, harus senantisa konsisten merawat ideologinya. “Selama kita berjuang dalam rangka menjaga agama, insyaallah, Muhammadiyah akan senantiasa mendapat pertolongan Allah SWT,” ungkapnya.

Ketiga, pentingnya legalitas sebuah lembaga dari pemerintah. Sebab, tanpa legalitas itu pemerintah bisa membuat kebijakan untuk membubarkannya.

“Muhammadiyah harus menjadikan pemerintah sebagai mitra untuk membangun kemajuan umat dan bangsa. Bukan untuk saling berhadap-hadapan,” pintanya.

Keempat, lembaga harus di-support dengan manajerial dan kekuatan finansial yang baik sehingga bisa mandiri secara finansial dan bisa bersikap idependen.

SMPM 5 Pucang SBY

“Salah satu kekuatan Muhammadiyah adalah kemandiriannya. Bahkan, Muhammadiyah kini memiliki aset yang luar biasa dengan banyaknya amal usaha yang dimilikinya,” paparnya.

Kelima, LDK harus menjadi lembaga yang bersifat terbuka. Terutama terbuka terhadap perkembangan zaman. “Kita harus bijak kapan kita harus tertutup, dan kapan kita harus bersikap terbuka,” terangnya.

Keenam, lembaga harus bisa menghasilkan manfaat yang konkret untuk masyarakat. “Jangan kita hanya banyak mengadakan pelatihan, tapi tidak pernah ‘perang’ atau aksi. Apa yang kita lakukan harus terukur untuk memberi kemanfaatan pada umat,” urainya.

Ketujuh, senantiasa bisa merawat dan menunjukan eksistensinya. Kemudian kedelapan, pentingnya membangun jajering.

Kesembilan, sebuah lembaga harus memiliki visi besar. “Muhammadiyah dianggap sering membikin lelucon-lelucon karena kiprahnya memajukan bangsa melalui lembaga pendidikan, kesehatan, dan lainnya,” tegasnya.

Kesepuluh, sebagai lembaga modern LDK harus adaptif dalam memanfaatkan kemajuan teknologi. “Kita harus memanfaatkan era digitalisasi ini untuk memperkuat dakwah Muhammadiyah,” pungkasnya. (Aan)

SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu