SMA Muhammadiyah 1 Surabaya sukses menggelar prosesi wisuda angkatan ke-58 di Gedung At-Tauhid Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) pada Sabtu (16/5/2026).
Acara yang berlangsung secara khidmat ini diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Helga Almira Masyita, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Panitia Pelaksana Wisuda, Nurul Hidayah.
Dalam sambutannya, Nurul menyampaikan esensi dari tema yang diusung pada kelulusan tahun ini. “Di acara Wisuda ini, sebagai momentum bagi para siswa dan siswi mengakhiri masa terakhir sekolah tingkat akhir, dengan membawa tema menuntut ilmu, berprestasi, menggapai berkah, dan menjadi pribadi mandiri.
Diharapkan setelah diresmikan sebagai alumni dari SMA Muhammadiyah, siswa dan siswa dapat menjaga akhlak dan menjaga nama baik sekolah SMA Muhammadiyah 1 Surabaya, siswa dan siswi dapat menorehkan prestasi nya, dan saya juga berterima kasih kepada seluruh siswa dan siswi angkatan 58 yang telah menorehkan hasil prestasi nya,” ujarnya.
Suasana haru dan bangga berlanjut saat perwakilan Komite SMA Muhammadiyah 1 Surabaya sekaligus wali murid kelas XII menyampaikan sambutan. Pihak komite menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi para tenaga pendidik.
“Saya mengucapkan rasa terima kasih kepada para guru guru Smamsa karena telah membimbing para siswa siswi dalam menoreh prestasi, saya juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh guru Smamsa yang kemarin sudah membimbing siswa dalam proses SNBP, hingga pada akhirnya berhasil lolos pada seleksi SNBP di universitas universitas yang bergengsi dan TOP, dengan ini saya mengharapkan kelak dapat menorehkan prestasi nya,” tutur perwakilan wali murid tersebut.
Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah 1 Surabaya, Yulianto, S.Pd., juga turut memberikan wejangan penting bagi para alumnus yang akan melangkah ke jenjang pendidikan berikutnya.
“Saya mengucapkan selamat kepada kelas 12 sma muhammadiyah Selama 3 tahun itu bukan waktu yg sebentar, harapannya agar siswa dapat mengamalkan akhlak baik yang diterima, saya pula berpesan bahwa sholat adalah tiang agama, harapannya anak Dapat menjaga sholatnya dimanapun berada,” imbuh Yulianto.
Selain itu, Yulianto berpesan agar para lulusan selalu menjaga kejujuran di mana pun berada karena kejujuran adalah kunci dari segala hal. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada bapak dan ibu guru yang telah sabar membimbing para siswa selama tiga tahun. Menurutnya, dedikasi tersebut tidaklah mudah dan akan menjadi amal jariah yang terus mengalir bagi para guru.
Guna menyemarakkan suasana, acara diselingi dengan berbagai pertunjukan seni dari para siswa, mulai dari demonstrasi Tapak Suci, tari tradisional, hingga penampilan ekstrakurikuler budaya Jepang, Yosakoi. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan prosesi sakral penyerahan ijazah dan pemindahan tali toga yang berlangsung penuh khidmat.
Menutup momentum bersejarah ini, Yulianto berharap agar seluruh alumni SMA Muhammadiyah 1 Surabaya tidak cepat puas, terus meningkatkan kapasitas diri dalam hal positif, dan berkomitmen untuk senantiasa bertransformasi menjadi pribadi yang lebih baik. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments