Sebanyak 198 kader SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Sidoarjo dari tiga organisasi otonom (ortom) Muhammadiyah siap mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan Kader (LDKK) di Hotel PCP Trawas, Sabtu-Ahad (26–27/9/2026).
Kader yang mengikuti kegiatan tersebut terdiri atas 87 kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), 70 kader Hizbul Wathan (HW), dan 41 kader Tapak Suci.
“Alhamdulillah, ini kegiatan tahunan untuk menyiapkan pimpinan ortom di SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo,” ujar Pembina IPM Smamda Sidoarjo Daviqa Sukmawati saat Technical Meeting (TM) di Auditorium Ki Bagus Hadikusumo, Jumat (18/9/2026).
Daviqa menjelaskan LDKK merupakan kegiatan yang diikuti seluruh pengurus ortom, bukan hanya IPM. HW dan Tapak Suci juga menjadi bagian dari kegiatan tersebut.
“LDKK memang diikuti seluruh pengurus ortom. Jadi tidak hanya IPM, tetapi juga HW dan Tapak Suci,” jelasnya.
Menurutnya, LDKK setiap tahun dilaksanakan di luar sekolah dengan pendampingan pembina masing-masing ortom. Technical meeting kali ini membahas berbagai persiapan teknis, mulai perlengkapan, kostum kegiatan, hingga atribut yang harus dibawa peserta.
Ketua Panitia LDKK 2026 Amalia Akhsani Parry, murid kelas XII-4, menekankan pentingnya kesiapan peserta dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
“LDKK ini bukan hanya sebatas event atau program kerja, tetapi proses penting untuk membina dan membentuk karakter kepemimpinan kita sebagai kader,” ujarnya saat memberikan sambutan dalam TM LDKK 2026.
Amalia mengingatkan peserta agar mencermati seluruh penjelasan teknis yang disampaikan panitia. Menurutnya, keberhasilan kegiatan sangat ditentukan oleh kesiapan seluruh pihak sebelum pelaksanaan.
“Saya tekankan kepada seluruh peserta untuk menyimak penjelasan teknis dengan cermat. Pastikan semua alur, aturan, dan kebutuhan kegiatan dipahami dengan jelas,” katanya.
Ia juga meminta peserta memanfaatkan forum TM untuk menyampaikan pertanyaan maupun melakukan konfirmasi terhadap hal-hal yang belum dipahami.
“Forum TM ini adalah kesempatan kalian untuk bertanya dan mengonfirmasi. Jangan sampai ada hal yang mengganjal atau belum pasti ketika kita sudah turun di lapangan,” tegasnya.
Daviqa mengatakan persiapan pelaksanaan LDKK telah mencapai 90 persen. Panitia telah menyiapkan berbagai kebutuhan, mulai transportasi, susunan acara, perlengkapan kegiatan, hingga tim medis.
“Seluruh peserta akan diangkut menggunakan 13 truk TNI AL. Semua peserta naik truk dan tidak ada yang menggunakan kendaraan lain,” katanya.
Ia menjelaskan penggunaan truk tersebut menjadi bagian dari pengalaman yang diberikan kepada kader. Menurutnya, calon pemimpin perlu memiliki pengalaman mengelola kegiatan sekaligus menghadapi berbagai kondisi.
Selama kegiatan, peserta akan mengikuti sejumlah agenda. Di antaranya materi kepemimpinan, ibadah, problem solving, outbound, senam, hingga malam keakraban (makrab).
Pada kegiatan makrab, masing-masing ortom akan menampilkan berbagai kreasi. Daviqa menyebut setiap ortom memiliki kekhasan yang menjadi pembeda dalam penampilan.
Sementara itu, kepanitiaan LDKK melibatkan pengurus ortom yang duduk di kelas XII. Total terdapat 68 panitia, terdiri atas 39 putri dan 29 putra.
“Setiap ortom juga memiliki acara khusus sesuai dengan karakter masing-masing. Setiap tahun, kakak-kakak kelas XII yang menyiapkan seluruh kegiatan ini dengan didampingi para pembina ortom,” ujarnya.
Daviqa menilai keterlibatan pengurus kelas XII dalam kepanitiaan menjadi bagian dari proses regenerasi kepemimpinan di Smamda.
“Ini sebagai bukti keberhasilan dari masing-masing tingkatan untuk menyiapkan adik-adiknya dalam melakukan regenerasi kepemimpinan,” pungkasnya.





0 Tanggapan
Empty Comments