Pemanfaatan teknologi menjadi bagian dari pembelajaran siswa kelas VI SD Negeri 5 Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, melalui penggunaan Smart TV sebagai media pembelajaran, Sabtu (22/8/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan Nurfadillah, mahasiswa KKN MAs Kelompok 55 Pandesari, sebagai bagian dari tugas individu selama melaksanakan KKN MAs di Desa Pandesari. Pembelajaran berfokus pada materi Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia dengan memanfaatkan fasilitas teknologi yang tersedia di sekolah.
Nurfadillah mengatakan penggunaan Smart TV bertujuan membuat pembelajaran lebih menarik sekaligus mengoptimalkan fasilitas yang telah tersedia di sekolah.
“Pemanfaatan Smart TV ini dilakukan untuk mengoptimalkan fasilitas teknologi yang sudah tersedia di sekolah agar dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif bagi siswa,” ujar Nurfadillah.
Belajar Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia
Pembelajaran diawali dengan pemberian pretest untuk mengetahui pemahaman awal siswa mengenai materi Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia. Setelah itu, siswa mengikuti pembelajaran menggunakan Smart TV yang menampilkan materi dalam bentuk presentasi interaktif.
Materi yang disampaikan mencakup pengertian pertumbuhan dan perkembangan, perbedaan keduanya, faktor yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan manusia, serta tahapan kehidupan manusia mulai dari balita, anak-anak, remaja, dewasa, hingga lanjut usia.
Selama pembelajaran berlangsung, siswa tidak hanya menyimak materi yang ditampilkan. Mereka juga diajak mengamati gambar, membaca informasi, menjawab pertanyaan, serta menganalisis contoh yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
Pembelajaran kemudian diarahkan untuk mengembangkan literasi sains siswa. Mereka mendapatkan informasi mengenai pentingnya makanan bergizi, olahraga, istirahat yang cukup, dan lingkungan sehat bagi pertumbuhan dan perkembangan manusia.
Siswa juga diajak menghubungkan materi tersebut dengan kebiasaan yang mereka lakukan dalam kehidupan sehari-hari.
“Selain memahami materi, saya ingin siswa mampu menghubungkan konsep pertumbuhan dan perkembangan manusia dengan kehidupan mereka sehari-hari. Dengan begitu, pembelajaran tidak hanya berhenti pada pemahaman teori, tetapi juga mendorong siswa menerapkan pengetahuan yang diperoleh,” jelas Nurfadillah.
Siswa Kerjakan LKPD dan Posttest
Setelah penyampaian materi, siswa mengerjakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) secara individu. Melalui kegiatan tersebut, siswa dilatih memahami informasi, memberikan alasan, serta menarik kesimpulan berdasarkan konsep yang telah dipelajari.
Pada akhir pembelajaran, siswa mengerjakan posttest untuk mengetahui pemahaman mereka setelah mengikuti pembelajaran menggunakan Smart TV. Hasil pretest dan posttest dapat menjadi bahan evaluasi untuk melihat perubahan pemahaman siswa setelah mengikuti kegiatan.
Menurut Nurfadillah, penggunaan teknologi dalam pembelajaran dapat menjadi salah satu alternatif untuk menciptakan suasana belajar yang lebih variatif.
“Smart TV tidak hanya digunakan untuk menampilkan materi, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk menghadirkan gambar, informasi, dan aktivitas pembelajaran yang membuat siswa lebih aktif selama proses belajar,” ungkapnya.
Pemanfaatan Smart TV tersebut menunjukkan bahwa fasilitas teknologi yang tersedia di sekolah dapat dioptimalkan sebagai media pendukung pembelajaran. Penggunaan gambar, teks, dan tampilan interaktif diharapkan membantu siswa memahami materi Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia dengan lebih mudah.
Sebagai bagian dari tugas individu dalam KKN MAs, kegiatan tersebut sekaligus menjadi pengalaman bagi mahasiswa untuk berkontribusi dalam proses pembelajaran di sekolah.
Nurfadillah berharap pemanfaatan teknologi dapat terus dikembangkan sehingga fasilitas yang tersedia di sekolah tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi dapat digunakan secara optimal untuk mendukung pembelajaran.
“Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi langkah awal untuk terus mengembangkan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran di sekolah sehingga siswa mendapatkan pengalaman belajar yang lebih aktif, menarik, dan bermakna,” pungkas Nurfadillah.
Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan semakin memahami konsep pertumbuhan dan perkembangan manusia sekaligus mampu menghubungkan pengetahuan sains dengan kebiasaan sehari-hari. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments