Tanaman Obat Keluarga (Toga) tidak hanya dapat dimanfaatkan sebagai tanaman obat, tetapi juga dapat diolah menjadi produk minuman yang menarik dan bernilai guna.
Melihat potensi tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) P 1 Sekarmojo Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) mengadakan Demo Pembuatan Minuman Sari Toga.
Kegiatan yang bekerja sama dengan masyarakat Desa Sekarmojo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan itu berlangsung Jumat (21/8/2026).
Cara Sederhana Olah Toga
Kegiatan demo ini bertujuan untuk memperkenalkan cara sederhana dalam mengolah Toga menjadi minuman yang lebih menarik dan mudah dibuat.
Bahan yang digunakan dalam kegiatan tersebut meliputi bunga telang, sereh, jeruk nipis, dan bunga rosela. Pemanfaatan bahan-bahan tersebut menjadi salah satu bentuk inovasi dalam mengembangkan potensi tanaman yang tersedia di lingkungan sekitar.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Umsida, Ara, memberikan penjelasan mengenai bahan-bahan yang digunakan sekaligus memperagakan secara langsung proses pembuatan Sari Toga.
Peserta dapat melihat tahapan mulai dari persiapan bahan, pengolahan, pencampuran bahan, hingga penyajian minuman.
Bunga telang digunakan sebagai salah satu bahan utama yang memberikan warna alami pada minuman.
Sementara itu, sereh memberikan aroma yang khas, sedangkan jeruk nipis memberikan rasa segar.
Bunga rosela juga ditambahkan untuk memberikan warna dan cita rasa yang berbeda. Perpaduan bahan tersebut menghasilkan minuman dengan tampilan yang menarik dan rasa yang menyegarkan.
“Melalui kegiatan demo ini, kami ingin menunjukkan bahwa tanaman yang ada di sekitar dapat dimanfaatkan menjadi minuman yang menarik. Proses pembuatannya juga sederhana sehingga masyarakat dapat mencoba membuatnya sendiri di rumah” ujar salah satu mahasiswa KKN, Vira.
Bagikan Wawasan Peluang Produk
Kegiatan berlangsung secara interaktif. Peserta tidak hanya melihat proses demonstrasi, tetapi juga diberikan kesempatan untuk bertanya mengenai bahan, proses pembuatan, dan penyajian Sari Toga.
Di sisi lain, Yongki Mahasiswa KKN Umsida menjelaskan setiap tahapan dengan cara sederhana agar mudah dipahami dan dapat dipraktikkan kembali oleh peserta.
Selain memperkenalkan cara pembuatan minuman, kegiatan ini juga memberikan wawasan mengenai peluang pengembangan produk.
Sari Toga dapat dikemas dengan lebih menarik dan diberi identitas produk sehingga berpotensi untuk dikembangkan sebagai salah satu produk UMKM. Pemanfaatan bahan lokal juga dapat menjadi peluang untuk menciptakan produk baru yang memiliki nilai tambah.
Adapun menurut Ketua KKN P 1 Sekarmojo, Naufal, kegiatan demo Sari Toga diharapkan dapat meningkatkan kreativitas masyarakat dalam memanfaatkan tanaman yang ada di lingkungan sekitar.
“Harapannya, masyarakat dapat memanfaatkan tanaman Toga tidak hanya untuk kebutuhan sehari-hari. Tetapi juga melihat peluang untuk mengolahnya menjadi produk yang memiliki nilai tambah,” ujar Naufal.
Melalui kegiatan demo Sari Toga, KKN P 1 Sekarmojo berupaya memberikan pengetahuan dan pengalaman praktis kepada masyarakat Desa Sekarmojo mengenai pemanfaatan Toga.
Dengan menggunakan bunga telang, sereh, jeruk nipis, dan bunga rosela, kegiatan ini menjadi salah satu contoh sederhana bahwa bahan alami di sekitar dapat diolah menjadi minuman yang menarik, menyegarkan, dan berpotensi dikembangkan menjadi produk UMKM.





0 Tanggapan
Empty Comments