Hari kedua kegiatan English Camp SD Muhammadiyah 6 Surabaya (SD Musix) diawali dengan suasana religius dan penuh kekhusyukan. Pada Selasa (23/12/2025) dini hari, para peserta melaksanakan salat Tahajud berjamaah, dilanjutkan dengan salat Subuh serta tausiyah singkat yang sarat makna.
Satu per satu peserta English Camp menghampiri tempat ibadah yang telah disiapkan oleh panitia. Dengan penuh semangat, mereka melaksanakan salat Tahajud berjamaah.
Setelah seluruh peserta berkumpul, salat Tahajud dilaksanakan dengan khusyuk dan tenang. Ibadah tersebut dipimpin oleh salah satu pendamping English Camp sekaligus guru kelas 3A, Ustaz Nurun Naharo, M.Pd.
Usai melaksanakan salat Witir dan zikir, salah satu peserta dari kelas 3, Keano tampak penasaran dan mengajukan pertanyaan. Ia bertanya mengapa pelaksanaan salat Tahajud terasa mirip dengan salat Tarawih yang biasa dilakukan pada bulan Ramadan.
“Ustaz, kok seperti salat Tarawih yang dilaksanakan pada bulan Ramadan, ya?,” tanyanya dengan penuh rasa penasaran.
Nurun Naharo pun menjawab bahwa salat Tahajud adalah salat sunnah yang dikerjakan setelah bangun tidur sedangkan salat Tarawih merupakan salat sunnah yang dilaksanakan pada malam-malam bulan Ramadan.
“Iya, salat Tahajud adalah salat sunnah yang disukai oleh Allah SWT dan dikerjakan setelah kita bangun dari tidur. Sementara itu, salat Tarawih juga merupakan salat sunnah yang disukai oleh Allah SWT, namun pelaksanaannya dilakukan pada malam-malam di bulan Ramadan,” paparnya.
Ia menambahkan bahwa saat banyak orang terlelap tidur, para malaikat turun ke bumi untuk mencatat amalan hamba-Nya, dan Allah SWT mengabulkan doa orang yang berdoa setelah melaksanakan salat Tahajud.
“Di saat orang-orang menikmati indahnya tidur, para malaikat turun ke bumi untuk melihat dan mencatat amalan hamba-hamba-Nya. Allah SWT akan mengabulkan doa orang-orang yang berdoa setelah melaksanakan salat Tahajud,” tambah Nurun Naharo sembari menjelaskan kepada peserta English Camp lainnya.
Kumandang azan dari Kota Pare terdengar lantang dan menggema. Keano segera berdiri, mengambil mikrofon, lalu mengumandangkan azan Subuh. Para peserta English Camp menyimak azan dengan penuh penghayatan, kemudian melaksanakan salat sunnah Qabliyah Subuh sebanyak dua rakaat.
Usai salat sunnah tersebut, Abyan Thoriq berdiri untuk mengumandangkan iqamah. Seluruh peserta English Camp pun berdiri dengan tertib dan melaksanakan salat Subuh berjamaah dengan khusyuk.
Setelah salat, Nurun Naharo menyampaikan tausiyah singkat tentang amalan yang dicintai Rasulullah SAW dan para sahabatnya.
Ia memulai tausiyahnya dengan bertanya kepada anak-anak siapa yang ingin masuk surga dengan muda
“Anak-anak, ada yang ingin masuk surga dengan mudah?,” ucapnya.
Semua peserta mengangkat tangan sambil menjawab, “Saya, Ustaz! Saya, Ustaz!.”
Nurun Naharo kemudian menyampaikan bahwa pada pagi itu ia akan menjelaskan tiga amalan yang dicintai Rasulullah SAW dan para sahabatnya.
Ia mengawali penjelasannya dengan mengingatkan bahwa sebelum memasuki surga, manusia harus melewati sebuah jembatan yang sangat kecil.
“Anak-anak, sebelum masuk surga manusia akan melewati sebuah jembatan yang sangat kecil,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa orang yang banyak beramal dan ikhlas akan mudah melewati jembatan menuju surga sedangkan yang jarang beramal akan kesulitan bahkan bisa terjatuh ke neraka.
“Jika amal ibadah yang kita lakukan banyak dan ikhlas karena Allah SWT, maka kita akan berjalan di jembatan itu dengan santai dan cepat menuju surga. Namun, jika kita jarang bahkan tidak pernah melakukan kebaikan, kita akan kesulitan melewati jembatan tersebut, bahkan ada yang terjatuh ke dalam neraka,” imbuhnya.
Ia menjelaskan bahwa terdapat tiga amalan yang dicintai Rasulullah SAW dan para sahabatnya yang perlu diamalkan agar dapat meraih surga, di antaranya yaitu:
1. Melakukan amal kebaikan
Terutama melaksanakan salat tepat waktu. Dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui salat, hati akan menjadi tenang. Selain itu, kebiasaan salat tepat waktu juga membantu menata aktivitas sehari-hari agar berjalan sesuai dengan waktunya.
2. Memperbanyak zikir
Melalui zikir, anak-anak akan senantiasa mengingat Allah SWT. Zikir juga menjadi amalan yang pahalanya terus mengalir bagi orang yang mengamalkannya.
3. Berbakti kepada kedua orang tua
Orang tua merupakan sosok terdekat yang memiliki jasa sangat besar dalam kehidupan. Doa dari orang tua membawa keberkahan sehingga anak-anak diharapkan senantiasa menyayangi, menghormati, dan mematuhi kedua orang tua.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tadarus Al-Qur’an bersama dan ditutup dengan doa. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments