SD Muhammadiyah Manyar terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan sekolah peduli dan berbudaya lingkungan melalui program Adiwiyata. Tahap awal menuju sekolah Adiwiyata telah berhasil dilalui dengan baik melalui pembentukan tim khusus Adiwiyata sekolah.
Salah satu tahapan penting yang harus dipenuhi dalam program Adiwiyata adalah pembentukan Tim Adiwiyata Sekolah yang dituangkan dalam Surat Keputusan (SK) dan disahkan langsung oleh kepala sekolah. Tahapan tersebut telah berhasil dilaksanakan oleh SD Muhammadiyah Manyar atau yang akrab disebut SDMM.
Selain membentuk tim, SDMM juga telah menyelesaikan pengisian aplikasi yang disediakan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sebagai penyelenggara program sekolah Adiwiyata. Pada tahap awal atau level 1, SDMM berhasil melewati proses tersebut dengan sukses dan memperoleh sertifikat sebagai Sekolah Adiwiyata Tingkat Sekolah.
Sebagai bagian dari upaya penguatan program Adiwiyata, Tim Adiwiyata SDMM juga melakukan koordinasi dengan Tim Adiwiyata UPT SD Negeri 49 Gresik. Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa, (7/4/2026) di ruang rapat SD Muhammadiyah Manyar tersebut bertujuan untuk berbagi praktik baik, memperoleh informasi terkait pemenuhan indikator penilaian Adiwiyata, serta memperkuat strategi sekolah dalam mempersiapkan dokumen dan program lingkungan yang berkelanjutan.
Menuju Calon Sekolah Adiwiyata Nasional
Melalui koordinasi tersebut, SDMM mendapatkan berbagai masukan dan pengalaman berharga yang dapat menjadi bekal dalam melangkah menuju Adiwiyata tingkat kabupaten hingga nasional.
Dalam proses menuju Calon Sekolah Adiwiyata Nasional (CSAN), terdapat beberapa tahapan yang harus dilalui sekolah. Pada level 1 yang berlangsung pada 1–30 April 2026, sekolah diwajibkan melengkapi SK Tim Adiwiyata serta memenuhi berbagai persyaratan administrasi awal. Setelah seluruh tahapan terpenuhi, sekolah memperoleh sertifikat Sekolah Adiwiyata Tingkat Sekolah.
Selanjutnya, pada level 2, sekolah akan mengikuti penilaian menuju Adiwiyata Tingkat Kabupaten dengan melengkapi berbagai dokumen melalui aplikasi Sistem Informasi Adiwiyata (SIDIA) yang disediakan DLH. Tahapan ini berlangsung selama satu bulan, yakni pada (1–30/5/2026). Pada tahap tersebut, sekolah harus mampu memperoleh nilai minimal 70 agar dapat melaju ke tahap berikutnya.
Sementara itu, level 3 yang direncanakan dimulai pada 1 Juli 2026 merupakan tahapan menuju Adiwiyata Nasional. Mekanisme yang dilakukan hampir sama dengan level sebelumnya, yaitu melengkapi dokumen dan memenuhi berbagai indikator penilaian melalui aplikasi SIDIA. Namun, pada tahap ini sekolah harus memperoleh nilai minimal 80 untuk dapat meraih predikat Adiwiyata Nasional.
Kepedulian terhadap Lingkungan
Kepala SD Muhammadiyah Manyar, Athiq Amiliyah, S.Pd., menegaskan bahwa tujuan utama mengikuti program Adiwiyata bukan semata-mata untuk mendapatkan penghargaan. Menurutnya, program ini merupakan upaya sekolah dalam membentuk karakter warga sekolah agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
Melalui program Adiwiyata, sekolah ingin menanamkan budaya hidup bersih, sehat, dan disiplin. Selain itu, seluruh siswa dibiasakan untuk menjaga serta mencintai lingkungan sejak dini.
Saat ini, SDMM tengah mempersiapkan berbagai dokumen untuk menghadapi tahapan level 2. Sejak pekan pertama Mei, Tim Adiwiyata SDMM telah bergerak aktif melengkapi berbagai kebutuhan administrasi dan dokumen pendukung. Semangat serta kesigapan seluruh anggota tim terlihat sangat tinggi meskipun sekolah sedang disibukkan dengan berbagai agenda menjelang akhir semester.
Koordinasi antaranggota tim juga terus dilakukan secara intensif, baik melalui pertemuan langsung yang dilaksanakan pada pekan kedua Mei maupun melalui komunikasi daring melalui grup WhatsApp yang melibatkan seluruh anggota Tim Adiwiyata sekolah.
Dengan kerja sama, semangat, dan komitmen yang kuat, keluarga besar SDMM berharap dapat melalui setiap tahapan Adiwiyata dengan lancar hingga akhirnya mampu meraih predikat Adiwiyata Tingkat Nasional. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments