Kilatan petir dan gemuruh geluduk yang menyelimuti langit kawasan SMP Muhammadiyah 12 Paciran tidak menyurutkan semangat emak-emak anggota Korps Drumband Jaya Pertiwi Aisyiyah Sendangagung, Paciran, Lamongan.
Pada latihan malam Ahad (17/5/2026), puluhan personel tetap menjalani latihan dengan penuh semangat meski cuaca mengisyaratkan hujan akan segera turun.
Di bawah pimpinan Ketua PRA Sendangagung, Titin Yuliana, latihan terus digenjot karena banyaknya materi yang harus dikuasai serta padatnya jadwal penampilan di berbagai wilayah Lamongan dan Gresik.
“Setelah show di Solokuro Ahad 10 Mei 2026, kira bersiap tampil di Takerharjo Solokuro Selasa 19 Mei 2026, ada juga jadwal di Banyutengah Panceng Gresik, disusul Wotan Panceng 28 Juni 2026, dan bulan September akan tampil turut memeriahkan 40 tahun Milad Ponpes Al-Ishlah Sendangagung,” ungkap penabuh Bellaria ini.
Sebanyak 50 personel korps drumband yang berdiri sejak tahun 2023 itu tampak gigih menjalani latihan malam. Udara dingin dan angin malam yang menusuk tulang tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk terus berlatih.
Sebagian besar anggota rela meninggalkan keluarga demi mengikuti latihan dan tampil di berbagai acara. Menariknya, dukungan para suami turut menjadi penyemangat tersendiri.
“Saya sangat mendukung kegiatan istri di Drumband Aisyiyah ini, setiap kali latihan mesti saya hadir dan sering saya menunggui sambil menikmati lantunan musik drumband emak-emak yang tak muda lagi. Saya tidak sendiri beberapa suami juga selalu antar jemput,” ujar Zuhri Uchya, suami Qomariyah, penabuh bass drum.
Semangat para anggota bukan sekadar soal bermusik, tetapi juga bagian dari syiar dakwah Aisyiyah di tengah masyarakat.
“Mars Aisyiyah diiringi musik drumband yang cenderung dinamis karena hentakan perkusinya menambah semangat bermain, terkadang saya sampai hanyut terbawa semangat musik dan lupa usia, dan yang paling penting adalah kita semangat mensyiarkan Aisyiyah dan Drumband Jaya Pertiwi Aisyiyah ternyata mampu membangkitkan semangat dakwah di kalangan ibu-ibu yang rata-rata berumur 50 tahun ke atas,” ujar Sri Asian, nenek tujuh cucu yang bertugas sebagai Gita Pati di grup.
Pelatih Jaya Pertiwi Aisyiyah, Heny Fakhruddin dan Ebing, mengaku terkesan dengan semangat luar biasa para anggota drumband emak-emak tersebut.
Menurut mereka, gerimis hujan pun tidak membuat latihan berhenti. Saat hujan turun, latihan hanya bergeser dari lapangan menuju ruang kelas.
“Kelebihan emak-emak Aisyiyah Sendangagung punya semangat yang tinggi tanpa memandang usia, meskipun hambatannya tentang penyampaian materi yang harus dengan sabar dan di ulang-ulang secara perlahan, dan itu Ki maklumi karena faktor ‘U’,” tutur pria asal Tunggul Paciran ini.
Semangat dan kekompakan Korps Drumband Jaya Pertiwi Aisyiyah menjadi bukti bahwa usia bukan penghalang untuk terus berkarya, berdakwah, dan menghidupkan semangat kebersamaan di tengah masyarakat.





0 Tanggapan
Empty Comments