Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Tak Lagi Takut Bahasa Inggris, SD Musix Terapkan Translanguaging di Kelas Pre-School

Iklan Landscape Smamda
Tak Lagi Takut Bahasa Inggris, SD Musix Terapkan Translanguaging di Kelas Pre-School
Para calon Murid SD Musix Surabaya coba Pre-School. (Istimewa/PWMU.CO)

Suasana kelas pre-school di SD Muhammadiyah 6 Gadung (SD Musix) Surabaya tampak berbeda. Tawa anak-anak pecah, tangan-tangan kecil terangkat antusias, dan suara mereka terdengar berani—meski belum sepenuhnya fasih berbahasa Inggris, Selasa, (28/4/2026).

Inilah buah dari pendekatan translanguaging yang mulai diterapkan oleh Rizki Handayani, guru kelas 1 ICP, dalam program pre-school yang telah berjalan selama satu bulan terakhir.

Pendekatan ini memungkinkan anak menggunakan dua bahasa—bahasa Indonesia dan bahasa Inggris—secara bersamaan. Bukan untuk membingungkan, tetapi justru menjadi jembatan agar anak lebih mudah memahami materi. Dalam praktiknya, diterapkan komposisi seimbang 50:50, sehingga kedua bahasa digunakan secara proporsional.

Pembelajaran dimulai dengan kegiatan immersive yang dirancang untuk membangun suasana belajar yang menyenangkan sekaligus memantik semangat anak. Selanjutnya, instruksi diberikan secara sederhana dengan menggabungkan dua bahasa, baik saat bercerita, memberi arahan, maupun dalam sesi tanya jawab.

Antusasime Peserta

Menariknya, anak-anak tidak dipaksa menjawab dalam satu bahasa tertentu. Mereka bebas merespons dengan bahasa yang paling mereka kuasai. Dari sinilah kepercayaan diri mereka tumbuh.

“Aku senang belajar di sini, bisa pakai bahasa Inggris sama Indonesia. Jadi nggak takut lagi,” ujar   Azrina dengan wajah ceria.

Peserta lainnya juga mengungkapkan kegembiraannya.

“Belajarnya seru, ustazahnya baik. Aku suka kalau cerita pakai bahasa Inggris,” tutur Fakhry polos, disambut tawa teman-temannya.

Tak hanya anak-anak, para orang tua pun merasakan perubahan positif. Salah satu wali murid mengaku terharu melihat perkembangan anaknya.

SMPM 5 Pucang SBY

“Dulu anak saya cenderung diam dan takut saat mendengar bahasa Inggris. Tapi sekarang, dia justru sering mencoba mengucapkan kata-kata sederhana di rumah. Kami sebagai orang tua merasa sangat bersyukur dan bangga,” ungkapnya.

Orang tua lainnya juga menilai pendekatan ini membuat anak lebih nyaman belajar.

“Metode ini tidak memaksa anak. Justru membuat mereka menikmati proses belajar. Anak saya jadi lebih percaya diri dan tidak takut salah,” tambahnya.

Hasilnya terlihat nyata. Anak-anak menjadi lebih aktif, lebih berani berbicara, dan mampu memahami instruksi dengan lebih baik. Kelas pun terasa lebih hidup, inklusif, dan ramah bagi anak-anak yang masih berada pada tahap awal mengenal bahasa Inggris.

Pendekatan ini seolah menjawab kegelisahan banyak orang tua: bahwa belajar bahasa asing tidak harus dimulai dengan tekanan, tetapi bisa melalui cara yang menyenangkan dan manusiawi.

Ke depan, SD Musix berkomitmen untuk terus mengembangkan pendekatan translanguaging sebagai strategi pembelajaran efektif, khususnya pada jenjang pendidikan anak usia dini dalam program International Class Programme (ICP).

Sebab bagi mereka, bahasa bukan sekadar alat komunikasi—melainkan jembatan pertama menuju keberanian, pemahaman, dan masa depan. (*)

Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 29/04/2026 23:10
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡