Gema talbiyah menggema di kawasan Masjid KH Ahmad Dahlan, Sidayu, Gresik, saat ratusan siswa kelas X SMA Muhammadiyah 1 Gresik (Smamsatu) mengikuti Ujian Karakter Manasik Haji pada Rabu (20/5/2026). Kegiatan ini tidak sekadar menjadi pembelajaran praktik ibadah, tetapi juga sarana pembentukan karakter, spiritualitas, dan nilai toleransi di lingkungan sekolah.
Dengan mengenakan kain ihram putih, para siswa mengikuti rangkaian manasik haji secara khidmat. Mereka menjalani simulasi ibadah layaknya di Tanah Suci, mulai thawaf mengelilingi replika Ka’bah hingga sa’i, sebagai bagian dari pemahaman rukun haji sekaligus penguatan nilai-nilai keislaman.
Masjid KH Ahmad Dahlan Sidayu yang dilengkapi miniatur Masjidil Haram dan replika Ka’bah menghadirkan suasana pembelajaran yang mendekati pengalaman nyata. Keberadaan fasilitas tersebut membantu siswa memahami praktik ibadah haji secara lebih kontekstual dan mendalam.
Dalam sambutan pembukaan, para siswa diajak memaknai ihram bukan sekadar pakaian ritual, melainkan simbol kesetaraan manusia di hadapan Allah.
“Ujian hari ini bukan hanya tentang hafalan doa-doa, tetapi bagaimana hati memahami makna Labbaykallahumma Labbayk, kesiapan menjadi hamba yang taat, sabar, dan rendah hati,” disampaikan dalam pesan reflektif kepada para peserta.
Menariknya, kegiatan manasik haji Smamsatu Gresik ini juga menghadirkan praktik toleransi yang kuat. Seorang siswa non-Muslim turut mengikuti rangkaian kegiatan sebagai bentuk pembelajaran lintas keyakinan dan penghormatan terhadap keberagaman.
Kehadiran siswa tersebut menjadi simbol lingkungan pendidikan yang inklusif. Ia tidak menjalankan ritual ibadah secara keyakinan, tetapi belajar memahami budaya, nilai, dan praktik keagamaan teman-temannya sebagai bentuk empati dan penghargaan terhadap perbedaan.
“Ini adalah bukti bahwa Smamsatu menjadi rumah bagi semua. Siswa non-Muslim diajak mengenal budaya dan ibadah saudaranya agar tumbuh sikap saling menghormati,” ujar salah satu pendamping kegiatan.
Selain pembelajaran spiritual, kegiatan ini juga menjadi bagian dari ujian karakter siswa melalui sejumlah aspek penting, seperti kedisiplinan dalam mengikuti rukun manasik, kesabaran selama proses berlangsung, serta solidaritas antarsiswa selama kegiatan.
Di bawah suasana hangat Sidayu, siswa belajar bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Manasik haji menjadi pengalaman yang menanamkan makna pengorbanan, kesetaraan, kebersamaan, dan penghormatan terhadap sesama.
Bagi siswa kelas X Smamsatu, kegiatan ini menjadi lebih dari sekadar evaluasi pembelajaran. Mereka memperoleh pengalaman spiritual sekaligus pembelajaran kemanusiaan tentang bagaimana hidup berdampingan dalam keberagaman.
Melalui manasik haji Smamsatu Gresik, sekolah kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan karakter yang tidak hanya diajarkan, tetapi juga dialami secara langsung oleh siswa dalam kehidupan nyata. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments