Dunia akademik dan aktivis persyarikatan patut berbangga. Arina Nursafrina Rahmatina, mahasiswi Magister (S2) Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad), sukses mengukir prestasi gemilang di penghujung masa studinya.
Putri dari pasangan Bambang AM dan Dedeh Rosidah—aktivis Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Jember sekaligus kontributor aktif PWMU.CO—ini berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) nyaris sempurna, yakni 3,93 dengan predikat Terpuji (Cum Laude).
Tembus Jurnal Internasional Bereputasi
Capaian Arina tidak hanya diukur dari angka di transkrip nilai. Ia sukses mempublikasikan karya ilmiahnya di jurnal internasional bereputasi Scopus Quartile-1 (Q1), yaitu International Journal of Women’s Health.
Artikel ini sejalan dengan risetnya berjudul “A Scoping Review of Nutritional Intake and Physical Activity in Adolescent Girls with Anemia” (Tinjauan Komprehensif tentang Asupan Nutrisi dan Aktivitas Fisik pada Remaja Putri dengan Anemia). Riset ini memberikan pandangan mendalam mengenai penanganan anemia pada remaja putri melalui integrasi asupan nutrisi dan aktivitas fisik.
Tak hanya itu, kualitas risetnya juga diakui oleh pemerintah. Menjelang wisuda, Arina memenangkan Hibah Riset Program Enhancing Quality Education for International University Impacts and Recognition (EQUITY).
Program ini merupakan kolaborasi Kemendiktisaintek dan LPDP untuk memacu Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH), termasuk Unpad, menuju World Class University. Hibah ini merupakan apresiasi bergengsi yang hanya diberikan kepada peneliti dengan proposal yang memiliki urgensi serta metodologi yang kuat.
Matang di Jalur Organisasi
Prestasi akademik yang mentereng ini berjalan beriringan dengan rekam jejak organisasinya. Dara kelahiran Cakru Jember ini merupakan aktivis yang sarat pengalaman lapangan di lingkungan Muhammadiyah.
Sejak menempuh pendidikan Diploma Kebidanan di Sekolah Vokasi (SV) Universitas Gadjah Mada (UGM), Arina sudah aktif di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Ia pernah dipercaya mengemban amanah sebagai pimpinan harian di PC IMM Bulaksumur-Karangmalang (UGM-UNY) selama dua periode, yakni 2017–2018 dan 2018–2019.
Usai lulus D4, ia melanjutkan kiprahnya di PC Nasyiatul ‘Aisyiyah (NA) Depok, Sleman. Dia diamanahi di Departemen Sosial dan turut menginisiasi program Pelayanan Remaja Sehat Milik Nasyiatul ‘Aisyiyah (Pashmina).
Dedikasinya berlanjut saat menempuh studi S2 di Bandung. Saat ini, Arina tercatat aktif sebagai anggota Departemen Kesehatan Pimpinan Wilayah Nasyiatul ‘Aisyiyah (PWNA) Jawa Barat.
“Berorganisasi di Nasyiatul ‘Aisyiyah adalah ruang pengabdian sekaligus sarana mengimplementasikan ilmu kebidanan secara langsung kepada masyarakat,” ungkap Arina.
Haus Prestasi Sejak Muda
Raihan gelar Magister Kebidanan (M.Keb) ini menambah panjang daftar prestasi Arina. Pada tahun 2016, saat masih mahasiswa UGM, ia meraih Juara III Intelligence Midwife Students Competition (IMIDS) tingkat nasional di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.
Tak hanya itu, Arina dan beberapa rekannya pernah menggagas suatu proyek melalui Program Kreativitas Mahasiswa dengan judul Tamaresi: Inovasi Tandu Penyelamat Resusitasi bagi bayi yang mengalami asfiksia (gangguan pernapasan saat lahir). Program ini sempat lolos didanai oleh Kemenristekdikti pada tahun 2018
Kisah Arina menjadi bukti nyata bahwa menjadi aktivis organisasi bukan penghalang untuk mencapai puncak prestasi akademik. Sebaliknya, kedisiplinan berorganisasi justru membentuk mentalitas unggul yang membawanya berprestasi hingga level internasional.
Keberhasilan Arina diharapkan menjadi inspirasi bagi kader muda Muhammadiyah lainnya, khususnya di IMM dan Nasyiatul ‘Aisyiyah, untuk terus mengejar keunggulan akademik tanpa meninggalkan pengabdian. Selamat, Arina! Semoga ilmu dan gelarnya berkah untuk persyarikatan, umat, dan bangsa. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments