Suasana hangat penuh haru menyelimuti Wisuda Tahfidz ke-10 SD Mumtaz yang digelar di Aula Mas Mansyur PCM Sepanjang, Sabtu (2026), pukul 07.30 WIB hingga selesai. Dua siswa kelas 1, Zayn Zalfa Ibrahim Nelwan (1G) dan Husni Zahid Alfathoni (1H), mencuri perhatian sebagai wisudawan termuda dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan wisuda tahfidz ini semakin istimewa dengan kehadiran Kepala Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo serta Syekh Dr. Magdy Ali Abdel Maguid, seorang Al-Hafidz dan qori internasional dari Mesir. Kehadiran para tokoh ini memberikan motivasi dan semangat tersendiri bagi para wisudawan, orang tua, serta seluruh civitas sekolah.
Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan para wisudawan menghadirkan suasana khidmat dan menyentuh hati. Para hadirin tampak larut dalam keharuan, terutama saat melihat anak-anak usia dini mampu menghafal Al-Qur’an dengan baik dan lancar. Tidak sedikit orang tua yang meneteskan air mata bangga menyaksikan putra-putri mereka tampil percaya diri di atas panggung
Zayn Zalfa Ibrahim Nelwan dan Husni Zahid Alfathoni menjadi simbol semangat generasi muda dalam mencintai Al-Qur’an sejak dini. Di usia yang masih sangat belia, keduanya mampu menunjukkan capaian luar biasa dalam menghafal ayat-ayat suci. Penampilan mereka di hadapan para tamu undangan pun menuai apresiasi dan kekaguman.
Pembentukan Karakter Islami
Kepala SD Mumtaz, Fatchul Mubarok, S.Th.I., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan bangga atas capaian para siswa. Ia menegaskan bahwa program tahfidz merupakan salah satu unggulan sekolah yang terus dikembangkan sebagai bagian dari pembentukan karakter islami peserta didik.
“Kami berharap anak-anak tidak hanya mampu menghafal, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia juga mengapresiasi peran besar orang tua dalam mendampingi proses belajar anak. Menurutnya, keberhasilan siswa dalam menghafal Al-Qur’an tidak terlepas dari sinergi antara sekolah dan keluarga. Dukungan, motivasi, serta pembiasaan di rumah menjadi faktor penting dalam membentuk kebiasaan baik anak.
Salah satu wali murid, Ibunda Husni Zahid Alfathoni, turut menyampaikan rasa haru dan syukur atas pencapaian putranya. Ia mengaku tidak menyangka bahwa di usia kelas 1, anaknya sudah mampu mengikuti wisuda tahfidz.
“Ini semua berkat bimbingan guru-guru di sekolah dan juga kebiasaan murojaah di rumah. Kami sebagai orang tua berusaha konsisten mendampingi,” tuturnya.
Ia kemudian membagikan beberapa tips sederhana namun konsisten dalam mendampingi anak menjadi penghafal Al-Qur’an. Pertama, membangun rutinitas murojaah setiap hari, meskipun hanya beberapa ayat. Menurutnya, konsistensi lebih penting daripada jumlah hafalan yang banyak dalam satu waktu.
Kedua, menciptakan suasana rumah yang Qur’ani, seperti memperdengarkan murattal Al-Qur’an dan mengajak anak membaca bersama. Hal ini membantu anak lebih akrab dengan ayat-ayat yang dihafalkan. Ketiga, memberikan apresiasi atas setiap pencapaian kecil anak agar mereka merasa dihargai dan semakin termotivasi.
Keempat, orang tua perlu bersabar dan tidak memaksakan target yang berlebihan. Setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda, sehingga pendekatan yang lembut dan penuh kasih menjadi kunci utama. Kelima, orang tua juga berusaha menjadi teladan dengan rutin membaca Al-Qur’an, sehingga anak memiliki contoh nyata di rumah.
Selain itu, ia menambahkan bahwa menjaga komunikasi dengan guru juga sangat penting. Dengan komunikasi yang baik, orang tua dapat mengetahui perkembangan hafalan anak serta strategi yang tepat dalam mendampingi di rumah.
Dengan terselenggaranya Wisuda Tahfidz ke-10 ini, SD Mumtaz kembali menegaskan perannya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membentuk karakter islami. Semoga para wisudawan, khususnya Zayn Zalfa Ibrahim Nelwan dan Husni Zahid Alfathoni, terus tumbuh menjadi generasi yang mencintai Al-Qur’an dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments