Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Terapkan Sports Science Inklusif, Guru Smamda Modifikasi Latihan Physical Education untuk Siswa Thalassemia

Iklan Landscape Smamda
Terapkan Sports Science Inklusif, Guru Smamda Modifikasi Latihan Physical Education untuk Siswa Thalassemia
Dokumentasi alur riset, tes lapangan, hingga penyusunan resep latihan fisik berbasis sports science bagi siswi dengan kondisi khusus di Smamda Surabaya. Foto: Maurice.
pwmu.co -

Pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di sekolah kerap diidentikkan dengan tes fisik berskala seragam, seperti Bleep Test atau lari keliling lapangan demi mengejar Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).

Namun, pendekatan berbeda diterapkan di SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Surabaya.

Guru PJOK Smamda Surabaya, Maurice Anantatoer Akbar SPd, berusaha menerapkan pembelajaran olahraga di sekolah secara ilmiah (sports science) dengan tetap mengedepankan sisi kemanusiaan dan inklusivitas.

Langkah ini dilakukannya saat memberikan asesmen dan program latihan khusus bagi salah satu siswinya, Elok Suryaningsih (Kelas 11), yang memiliki riwayat kondisi Thalassemia.

Alur Coaching dan Keamanan Medis

Bagi Maurice, pembelajaran PJOK yang berdiferensiasi adalah sebuah kewajiban. Pembelajaran yang didominasi aktivitas fisik tidak boleh terhenti begitu saja saat ada siswa yang tidak bisa mengikuti latihan karena alasan sakit.

“Harus ada alur coaching-nya: ditanya sakit apa, apa penyebabnya, apakah sudah periksa, bagaimana hasilnya, hingga kata dokter apa. Berujung pada konklusi: ‘Baik, setelah Bapak analisis, kita buatkan aktivitas khusus untuk kamu” ujar Maurice, Selasa (6/10/2026).

Thalassemia merupakan kelainan genetik yang memengaruhi pembentukan hemoglobin (Hb) dalam darah. Dengan kondisi Hb Elok yang berada di angka 5 g/dL, kapasitas angkut oksigen di dalam darahnya jauh di bawah rata-rata siswa normal.

“Melatih mereka bukan untuk mengejar performa, melainkan untuk mempertahankan fungsi kardiovaskular dan quality of life tanpa memicu krisis anoksia atau kelelahan ekstrem. Olahraga berat seperti sepak bola intensitas tinggi, lari jarak jauh, atau seni bela diri akan membuat tubuhnya kekurangan oksigen dengan cepat” tegasnya.

Presisi Sports Science di Lapangan

Sebagai gantinya, Maurice menerapkan metode evaluasi 6-Minute Walk Test (6MWT) untuk mengukur basis kardiovaskular aerobiknya.

Dari tes jalan 6 menit tersebut, Elok mampu menempuh jarak 460 meter secara stabil (23 kali bolak-balik lintasan 20 meter).

SMPM 5 Pucang SBY

Hasil pemantauan menunjukkan denyut nadi latihan Elok berada di angka 142 BPM (Zona 2). Angka ini sangat ideal untuk kesehatan kardio dan aman dari akumulasi laktat berlebih.

“Recovery dari 142 ke 114 BPM dalam 5 menit menunjukkan pemulihan yang agak lambat karena keterbatasan cadangan Hb. Ini mengonfirmasi bahwa aktivitas jalan 6 menit tersebut sudah memberikan beban fisiologis yang cukup signifikan baginya. Untuk latihan kardio di PJOK, dia harus berjalan stabil di kisaran 15–16 detik per 20 meter untuk menjaga tubuhnya tetap di Zona 2” jelas Maurice secara rinci.

Tak berhenti di situ, Maurice juga merancang resep latihan fisik shadow boxing 3 set x 2 menit sesuai hobi Elok, dengan penyesuaian durasi istirahat antar-set menjadi 2 menit agar pemulihan nadinya optimal.

Menjaga Hikmah Pembelajaran Olahraga

Menurut Maurice, esensi PJOK di sekolah bukanlah memaksakan seluruh siswa menjadi atlet, melainkan menjaga kesehatan dan kualitas hidup mereka seumur hidup.

“Setiap anak lahir dengan kondisi fisiologis yang berbeda. Tugas guru PJOK adalah meletakkan sesuatu tepat pada porsinya itulah hakikat hikmah dalam mengajar” terangg Maurice.

“Kita ingin anak-anak menikmati olahraga dengan gembira, aman secara medis, dan merasa dihargai tanpa terintimidasi oleh angka KKM” ungkapnya.

Melalui bagian praktik baik sederhana ini, Maurice berharap dapat menjadi bahan refleksi bersama bagi para pendidik olahraga agar senantiasa belajar memberikan ruang pembelajaran yang ramah, terukur, dan aman bagi seluruh siswa.

Revisi Oleh:
  • Danar Trivasya Fikri - 08/10/2026 17:25
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu