Kwartir Daerah Hizbul Wathan Lamongan menyelenggarakan Pelatihan Jaya Melati 1 secara daring selama tiga hari, mulai (16–18/5/2026). Kegiatan ini dirancang sebagai ikhtiar strategis untuk memperkuat sumber daya pelatih kepanduan di Kabupaten Lamongan. Pelatihan dilaksanakan secara terstruktur dengan memanfaatkan platform zoom yang memungkinkan partisipasi dari berbagai qabilah.
Pelatihan dan pendidikan Jaya Melati 1 ini menghadirkan tim pelatih dari Kwartir Wilayah Jawa Timur yang memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan kepanduan. Susunan tim terdiri atas Supervisor Ramanda Moh. Ernam dan Pimpinan Pelatihan Bunda Maharti Rahayu Ningtyas. Peran sekretaris diemban oleh Ramanda Yusuf Ismail dengan dukungan anggota Gunawan dan Khusnul Abidin.
Selain itu, M. Arief Andriansyah dipercaya sebagai Asisten Pelatih yang mendampingi proses pembelajaran peserta selama kegiatan berlangsung. Administrasi pelatihan dikelola oleh Bunda Iffa Maudya Utami agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan terdokumentasi dengan baik. Seluruh materi telah disiapkan secara sistematis sehingga tujuan pelatihan dapat dicapai secara optimal.
Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari berbagai latar belakang qabilah Hizbul Wathan di Lamongan. Rentang peserta mencakup pembina dan calon pelatih dari tingkat Tunas Athfal, Athfal, Pengenal, hingga Penghela. Dengan keberagaman tersebut, dinamika diskusi menjadi lebih kaya dan saling melengkapi.
Materi pelatihan difokuskan pada penguatan kompetensi kepelatihan, kepemimpinan, serta pemahaman ideologi kepanduan Hizbul Wathan. Nilai-nilai karakter, kedisiplinan, dan keorganisasian Muhammadiyah ditekankan sebagai fondasi utama pembinaan peserta didik. Proses pembelajaran disampaikan melalui pemaparan materi, diskusi interaktif, dan refleksi pengalaman lapangan.
Selama pelatihan berlangsung, sejumlah sesi telah dilaksanakan secara partisipatif untuk menggali pengalaman peserta. Evaluasi harian dilakukan untuk memastikan ketercapaian tujuan setiap sesi pembelajaran. Dengan pendekatan tersebut, proses peningkatan kapasitas pelatih dapat diukur secara berkelanjutan.
Kepanduan Unggul
Ketua Kwarda Hizbul Wathan Lamongan, M. Sande Ariawan, menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi harapan besar bagi pengembangan kepanduan di daerah. Menurutnya, melalui Jaya Melati 1 diharapkan terjadi eskalasi peningkatan kuantitas dan kualitas pelatih Hizbul Wathan di Kabupaten Lamongan. Kebutuhan pelatih berkualitas harus mampu menjawab perkembangan lembaga pendidikan dan qabilah yang terus bertambah.
“Dengan banyaknya lembaga pendidikan atau qabilah Hizbul Wathan mulai Tunas Athfal, Athfal, Pengenal, hingga Penghela, kebutuhan akan pelatih yang berkualitas dapat terpenuhi sehingga penanaman nilai karakter dan ideologi kepanduan Hizbul Wathan tertancap kuat pada peserta didik,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa proses tersebut merupakan bagian dari manifestasi kaderisasi Muhammadiyah untuk masa depan. Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala SMP Muhammadiyah 1 Babat.
Pelatihan Jaya Melati 1 juga dipandang sebagai ruang konsolidasi antar pelatih dan calon pelatih Hizbul Wathan. Jejaring kepelatihan diperkuat agar pembinaan di masing-masing qabilah berjalan selaras dengan garis kebijakan organisasi. Dengan demikian, kesinambungan kaderisasi dapat terjaga secara berkelanjutan.
Melalui pelaksanaan pelatihan daring ini, Kwarda Hizbul Wathan Lamongan menunjukkan adaptasi terhadap perkembangan zaman tanpa mengurangi substansi pembinaan. Diharapkan, hasil pelatihan mampu diimplementasikan secara nyata di lingkungan pendidikan dan kepanduan. Kegiatan ini menjadi langkah konkret untuk menyiapkan generasi berkarakter kuat dan berideologi jelas dalam bingkai Muhammadiyah. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments