Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bojonegoro bersinergi dengan Majelis Tarjih PDM Bojonegoro menggelar kegiatan bertajuk Rihlah Pendidikan sebagai upaya memperkuat kualitas pendidikan dan karakter guru Muhammadiyah di Bojonegoro.
Kegiatan yang berlangsung mulai 16 Mei hingga 27 Juni 2026 tersebut menyasar 62 lembaga pendidikan Muhammadiyah, mulai tingkat dasar hingga menengah. Pelaksanaan kegiatan dibagi ke dalam 14 zona agar proses pembinaan dan penguatan materi dapat berjalan lebih efektif dan menyentuh seluruh lembaga secara merata.
Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Bojonegoro, Mustajid, S.Ag., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar Muhammadiyah dalam memperkuat ideologi pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya pendidik di lingkungan sekolah dan madrasah Muhammadiyah.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin meneguhkan identitas guru Muhammadiyah serta mendorong lahirnya guru-guru yang mampu menjadi inspirasi bagi peserta didik dan masyarakat,” ujarnya.
Ia mengucapkan terima kasih kepada Majelis Dikdasmen dan PNF PCM yang telah berkenan menjadi tuan rumah yang baik, memfasilitasi terselenggaranya kegiatan, menyiapkan tempat, dan logistic.
Pelaksanaan kegiatan dibagi dalam 14 zona. Zona 1 dipusatkan di ruang pertemuan SMKM 4 Padangan, Zona 2 di SMAM 1 Bojonegoro, Zona 3 di Gedung Dakwah PDM Bojonegoro, dan Zona 4 di SDM 2 Bojonegoro. Sementara Zona 5 hingga Zona 14 tersebar di sejumlah perguruan Muhammadiyah di Sugihwaras, Kedungadem, Balen, Sumberrejo, Banjaranyar, Kepohbaru, Klepek hingga Kanor.
Kegiatan Rihlah Pendidikan
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan tiga materi utama. Materi pertama yakni ketarjihan dengan pokok bahasan Manhaj Tarjih Muhammadiyah dan aplikasinya. Materi kedua membahas kependidikan dengan tema Meneguhkan Identitas Guru Muhammadiyah. Sedangkan materi ketiga berupa diskusi interaktif tentang bagaimana menjadi guru yang menginspirasi sehingga lembaga pendidikan Muhammadiyah semakin dipercaya dan diminati masyarakat.
Sejumlah tokoh dan akademisi Muhammadiyah Bojonegoro turut hadir sebagai pemateri. Pada sesi ketarjihan hadir Luqman Hakim, LC., MA., Ahmad Syafii, S.Phil., M.Pd., H. Abdul Haris, S.Ag., serta Drs. H. Moh Niam dan M. Sholihin, S.Ag.
Adapun materi kependidikan disampaikan oleh HM. Yazid Mar’i, M.Pd.I., Drs. H. Ufar Ismail, Drs. HM. Irfan, M.Pd., Dr. Ibnu Habibi, M.Pd.I., Muhammad Yahya, S.Pd., Drs. H. Suwito, M.Si., Drs. H. Akhyar, M.Si., serta Drs. H. Ihwanuddin, M.Pd.
Sementara diskusi penguatan kelembagaan dipandu oleh tim dari Majelis Dikdasmen dan PNF yang terdiri dari Mustajid, S.Ag., Suprapto, M.Pd., Choirul Anas, S.Pd.I., Sujarno, S.Pd., M.Pd., dan Subianto, M.Pd.
Agar kegiatan di setiap zona berjalan tertib dan efektif, tim fasilitator turut memfasilitasi terselenggaranya kegiatan, yakni Ajun Pujang Anom, S.Pd., Wawan Rudianto, S.Pd., Teguh Arifianto, S.Pd.I., dan Farhan Ulil M.B., S.Ak.
Melalui Rihlah Pendidikan ini, Muhammadiyah Bojonegoro berharap terbangun semangat baru di kalangan pendidik untuk terus berinovasi, memperkuat nilai-nilai Islam berkemajuan, serta meningkatkan mutu layanan pendidikan Muhammadiyah di Bojonegoro. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments