Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCR-PM) Jawa Timur melakukan silaturahim dengan Bupati Lamongan Dr H Yuhronur Effendi, MBA MEk di rumah dinas bupati, Rabu (13/5/2026).
Pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban dengan pembahasan seputar penguatan cabang-ranting dan pemberdayaan masjid, hingga program ketahanan pangan berbasis masjid dan keluarga
Rombongan LPCR-PM Jatim dipimpin langsung oleh Ketuanya Dr Hasan Ubaidillah, SE MM. Turut hadir dalam silaturrahim ini perwakilan dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamongan
Dalam kesempatan tersebut, Hasan Ubaidillah memaparkan sejumlah program strategis LPCR-PM Jatim yang menyentuh langsung masyarakat akar rumput. Menurut dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) itu, LPCR-PM terus berupaya mensinergikan keberadaan cabang, ranting, dan masjid agar mampu menjadi pusat pemberdayaan umat.
“Secara organisasi, keberadaan cabang dan ranting terus bertambah. Saat ini kami juga sedang giat melakukan pembinaan masjid melalui program AM3 atau Akademi Marbot Masjid Muhammadiyah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, program AM3 telah dua kali dilaksanakan, yakni di Masjid Baitul Mukhlisin Ponorogo dan Masjid Al Fattah Tulungagung. Selanjutnya, angkatan ketiga AM3 direncanakan berlangsung di Masjid Asy Syifa RSM Lamongan 10-21 Juni 2026 mendatang.
Sementara itu, Sekretaris LPCR-PM Jatim Imam Ghozali menambahkan bahwa selain pembinaan marbot masjid, pihaknya juga akan menggalakkan program ketahanan pangan melalui masjid.
Program tersebut di antaranya berupa pemanfaatan lahan kosong untuk mendukung kebutuhan pangan masyarakat.
“Kami mulai merintis program ketahanan pangan melalui masjid. Program tersebut di antaranya berupa pemanfaatan lahan kosong di sekitar masjid untuk mendukung kebutuhan pangan masyarakat. Salah satunya dengan menanam sayur sayuran,” ujar mantan Ketua KPUD Lamongan ini
Menanggapi paparan tersebut, Bupati Lamongan yang akrab disapa Pak Yes menyampaikan apresiasi tinggi terhadap program-program LPCR-PM Jatim. Menurutnya, gerakan tersebut merupakan terobosan baru yang sangat dekat dengan kebutuhan masyarakat bawah.
“Kami memberikan apresiasi yang sangat baik terhadap program LPCR-PM Jatim yang sangat dekat dengan masyarakat bawah ini. Ini menjadi terobosan pemberdayaan sekaligus penguatan ketahanan pangan,” ungkap Doktor lulusan Universitas Brawijaya Malang ini
Silaturahim dan diskusi yang berlangsung lebih dari satu jam itu berjalan gayeng dan penuh ide-ide segar. Bahkan meski waktu telah menunjukkan pukul 21.00 WIB, rombongan LPCR-PM Jatim masih diajak meninjau kandang ayam mini di samping rumah dinas bupati.
Didampingi sang istri, Anis Yuhronur, Pak Yes dengan antusias menjelaskan konsep ketahanan pangan keluarga melalui budidaya ayam petelur berkapasitas sekitar 20 ekor. Selain menghasilkan telur, kotoran ayam juga dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman sayuran di sekitar rumah.
“Saya berharap ketahanan pangan ini bisa diberdayakan di lingkungan masjid dan keluarga Muhammadiyah,” pungkas Bupati yang menjabat dua perode ini. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments