Pelaksanaan ujian praktik (Uprak) mata pelajaran ISMUBA (Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab) di SD Muhammadiyah 1 & 2 Taman (SD MUMTAZ) menghadirkan konsep pembelajaran yang berbeda dan inovatif. Kegiatan yang berlangsung pada 27–29 April 2026 ini tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga praktik nyata yang kontekstual.
Salah satu bentuk ujian praktik yang menarik perhatian adalah kegiatan wawancara dengan tokoh Muhammadiyah. Melalui metode ini, siswa kelas VI diajak belajar langsung dari narasumber sekaligus melatih keterampilan komunikasi.
Salah satu siswi, Freya Shereen Artyafarza dari kelas 6C, berkesempatan melakukan wawancara dengan Biyanto, Prof. Dr. H. Biyanto, M.Ag yang menjabat sebagai Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur periode 2022–2027. Wawancara tersebut dilaksanakan pada Jumat (24/4/2026) di kediaman narasumber.
Dalam suasana hangat dan komunikatif, Freya tampak percaya diri saat menyampaikan pertanyaan. Ia berhasil menggali berbagai informasi penting mengenai Muhammadiyah, mulai dari perjalanan organisasi hingga kontribusinya bagi masyarakat.
Prof. Dr. H. Biyanto, M.Ag dalam pemaparannya menceritakan perjalanan panjangnya dalam berorganisasi. Ia mengungkapkan bahwa minat berorganisasi telah tumbuh sejak masa sekolah, meskipun tidak menempuh pendidikan di sekolah Muhammadiyah. Ia aktif dalam organisasi siswa dan pramuka, hingga akhirnya bergabung dengan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) saat kuliah.
Menurutnya, organisasi merupakan wadah penting untuk mengembangkan potensi diri.
Ia menyebut organisasi sebagai “kuliah kedua” karena memberikan pengalaman berharga di luar pendidikan formal, seperti kepemimpinan, komunikasi, kerja sama, dan kemampuan berpikir kritis.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Muhammadiyah telah berkembang hingga tingkat internasional melalui jaringan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) yang tersebar di berbagai negara. Hal ini menunjukkan bahwa Muhammadiyah memiliki peran tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga global.
Dalam bidang amal usaha, Muhammadiyah berkontribusi besar pada sektor pendidikan, kesehatan, dan sosial. Di bidang pendidikan, Muhammadiyah mengelola lembaga mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi, dengan jumlah sekolah di Jawa Timur mencapai lebih dari seribu.
Pada sektor kesehatan, Muhammadiyah mengelola rumah sakit dan poliklinik di berbagai daerah. Sementara di bidang sosial, Muhammadiyah memiliki panti asuhan, panti lansia, hingga layanan sosial lainnya seperti senior care.
Selain itu, Muhammadiyah juga mengembangkan sektor ekonomi melalui koperasi, Baitul Maal wat Tamwil (BMT), serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai upaya kemandirian organisasi.
Ia menegaskan bahwa Muhammadiyah memiliki peran besar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, memberikan layanan kesehatan, serta membantu masyarakat melalui berbagai program sosial.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menekankan pentingnya berpikir rasional dalam memahami ajaran agama agar tidak sekadar mengikuti tanpa pemahaman yang jelas.
Di akhir wawancara, ia berpesan kepada para pelajar agar rajin belajar, berbakti kepada orang tua, menghormati guru, serta menjaga hubungan baik dengan teman. Ia juga mengajak siswa untuk mencintai tanah air dan menjaga nilai kebersamaan.
Ia menambahkan bahwa ibadah merupakan fondasi utama dalam kehidupan seorang muslim, sehingga harus dijaga sebagai pegangan hidup.
Kegiatan wawancara ini berlangsung lancar dan penuh antusias. Para siswa tidak hanya mendapatkan pengalaman baru, tetapi juga inspirasi langsung dari tokoh Muhammadiyah.
Salah satu guru pendamping menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan inovasi pembelajaran ISMUBA agar siswa lebih aktif dan terlibat secara langsung.
Melalui ujian praktik ini, SD MUMTAZ berkomitmen mencetak generasi unggul secara akademik sekaligus berkarakter Islami, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.





0 Tanggapan
Empty Comments