Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus memperkuat eksistensinya di bidang olahraga dengan menggelar ajang bergengsi bertajuk UMM Open Karate Championship 2026. Turnamen ini dijadwalkan berlangsung pada 2 Mei 2026 dan menjadi kejuaraan karate terbuka perdana yang diselenggarakan oleh Kampus Putih sebagai tuan rumah.
Ketua Pelaksana Kejuaraan, Ary Bakhtiar, Ir. Ary Bakhtiar, M.Si., IPM., ASEAN Eng., menyampaikan bahwa seluruh persiapan telah dilakukan secara maksimal untuk menyambut ribuan karateka dari berbagai daerah di Indonesia.
“Kami menyiapkan yang terbaik untuk kegiatan ini. Ini adalah event open perdana di UMM, tidak hanya untuk cabang olahraga karate, tetapi juga menjadi pionir bagi cabang olahraga lainnya. Target kami jelas, yakni sukses penyelenggaraan, sukses prestasi bagi kontingen UMM sendiri, serta sukses penjaringan bibit atlet berprestasi,” ujarnya 27 April pada Tim Humas UMM.
Meskipun secara administratif merupakan kejuaraan tingkat regional, kualitas peserta yang akan hadir telah mencapai level nasional. Tercatat, atlet dari lima provinsi telah mengonfirmasi keikutsertaan, yakni Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Utara, Bali, dan Papua.
Kejuaraan ini diperkirakan akan diikuti sekitar 1.200 atlet yang akan bertanding dalam dua kategori utama, yaitu kategori Festival dan kategori Open.
Tingginya minat peserta menunjukkan bahwa UMM Open Karate Championship 2026 menjadi magnet baru bagi pegiat olahraga bela diri di Indonesia, khususnya cabang karate.
Selain memperebutkan gelar juara, panitia menyiapkan total hadiah uang pembinaan sebesar Rp24 juta. Namun, daya tarik utama dalam kejuaraan ini adalah adanya Golden Ticket bagi atlet pelajar untuk menjadi mahasiswa UMM.
Program ini dirancang sebagai jalur khusus bagi atlet berprestasi agar dapat melanjutkan pendidikan di UMM, terutama pada Program Studi Kepelatihan Olahraga maupun program studi lainnya melalui jalur prestasi.
Ary juga menjelaskan bahwa sebelumnya kegiatan karate di UMM masih terbatas pada lingkup internal, seperti Rektor Cup. Melalui kejuaraan terbuka ini, UMM ingin mendorong Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) lain agar berani menyelenggarakan event berskala nasional.
“Harapannya, turnamen ini memberikan awalan yang baik bagi kawan-kawan UKM untuk membuat event sekaliber ini. Setelah karate, kami sudah menyiapkan rangkaian kegiatan susulan untuk cabang bela diri lain seperti Tapak Suci dan Taekwondo,” pungkasnya.
Melalui ajang ini, UMM menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan bakat generasi muda sekaligus membangun ekosistem olahraga yang kompetitif dan profesional di lingkungan kampus.







0 Tanggapan
Empty Comments