Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Dua Kader Muhammadiyah Lamongan Luncurkan Buku, Menyalakan Cahaya Perubahan dari Masjid dan Pendidikan

Iklan Landscape Smamda
Dua Kader Muhammadiyah Lamongan Luncurkan Buku, Menyalakan Cahaya Perubahan dari Masjid dan Pendidikan
Launching dua Buku karya Fathurrahim Syuhadi dan Alfain Jalaluddin Ramadlan di pembukaan AM3 Batch 3. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Suasana pembukaan Akademi Marbot Masjid Muhammadiyah (AM3) Batch 3 di Aula Masjid Asy-Syifa’ RS Muhammadiyah Lamongan (RSML), Jumat (19/6/2026), terasa berbeda. Di tengah semangat para peserta yang datang dari berbagai daerah, termasuk Denpasar, Bali, hadir sebuah momentum literasi yang memberi warna tersendiri: peluncuran dua buku karya kader Muhammadiyah Lamongan.

Peluncuran buku tersebut dilakukan langsung oleh Ketua LPCRPM Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muhammad Jamaludin Ahmad, didampingi Wakil Ketua LPCRPM PP Muhammadiyah Kusnadi Ikhwani, Wakil Ketua PWM Jatim Dr. HM. Sulton Amien.

Ada juga Direktur RSML dr. Asro, , Wakil Ketua LPCRPM PWM Jatim Firman, Wakil Ketua PDM Lamongan KH Mutholib Sukandar, Ketua PDA Lamongan Diyana Mufidati, Ketua Takmir Masjid Asy-Syifa’ RSML Farid, serta perwakilan peserta AM3 dari Denpasar Bali.

Dua penulis, Fathurrahim Syuhadi dan Alfain Jalaluddin Ramadlan, kemudian naik ke atas panggung. Dengan penuh rasa syukur, mereka menyerahkan buku kepada sejumlah tokoh yang hadir.

Momen sederhana itu menjadi simbol bahwa gagasan dan pemikiran yang lahir dari daerah mampu berkontribusi bagi gerakan dakwah dan pencerahan Muhammadiyah.

Buku pertama berjudul Masjid Memakmurkan, Dari Masjid Kita Bangkit karya Fathurrahim Syuhadi. Melalui buku ini, ia mengajak pembaca melihat masjid dari perspektif yang lebih luas.

Bagi Fathurrahim, masjid bukan sekadar bangunan tempat menunaikan salat. Sejak zaman Rasulullah saw masjid telah menjadi pusat peradaban yang menggerakkan berbagai aspek kehidupan umat, mulai dari ibadah, pendidikan, dakwah, musyawarah, hingga pelayanan sosial.

Di tengah tantangan zaman modern, ia mengingatkan bahwa kemakmuran masjid tidak hanya diukur dari megahnya bangunan atau indahnya arsitektur.

Kemakmuran sejati lahir ketika masjid dipenuhi aktivitas ibadah, majelis ilmu, pembinaan generasi muda, gerakan sosial, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Melalui refleksi dan gagasan yang dituangkan dalam bukunya, Fathurrahim ingin menghidupkan kembali kesadaran bahwa kebangkitan umat dapat dimulai dari lingkungan terdekat.

Ketika masjid diberdayakan secara optimal, akan lahir generasi berakhlak mulia, masyarakat yang harmonis, dan peradaban yang maju.

“Masjid bukan hanya tempat berkumpulnya jamaah, tetapi tempat lahirnya perubahan,” seolah menjadi pesan utama yang mengalir di setiap halaman buku tersebut.

Menjaga Harapan di Tengah Tantangan Zaman

Sementara itu, buku kedua berjudul Antara Harapan dan Tantangan karya Alfain Jalaluddin Ramadlan menghadirkan kegelisahan sekaligus optimisme tentang dunia pendidikan dan masa depan generasi bangsa.

Penulis yang juga mahasiswa Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) itu, melihat bahwa kemajuan teknologi telah menghadirkan berbagai peluang besar.

SMPM 5 Pucang SBY

Namun di saat yang sama, muncul tantangan berupa krisis nilai, akhlak, dan keteladanan yang perlu mendapatkan perhatian serius.

Dengan gaya bahasa yang ringan, reflektif, dan dekat dengan realitas masyarakat, Alfain mengajak pembaca merenungkan kembali hakikat pendidikan.

“Pendidikan tidak hanya soal transfer ilmu pengetahuan, melainkan proses membentuk manusia seutuhnya yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia,” katanya.

Berbagai tema diangkat secara kontekstual, mulai dari peran keluarga sebagai madrasah pertama, tantangan yang dihadapi generasi muda, hingga dampak era digital terhadap pembentukan karakter.

Menariknya, buku ini tidak berhenti pada kritik dan kegelisahan. Laki-laki 25 tahun ini juga menawarkan berbagai solusi berbasis nilai-nilai Islam serta pengalaman nyata yang berkembang di tengah masyarakat.

Dukungan testimoni dari berbagai tokoh Muhammadiyah, mulai tingkat pusat hingga daerah, semakin memperkaya perspektif yang disajikan.

Buku ini menjadi ajakan untuk melihat masa depan dengan cara yang lebih optimis. Bahwa sebesar apa pun tantangan yang dihadapi, harapan selalu memiliki ruang untuk tumbuh.

Peluncuran dua buku tersebut menjadi bukti bahwa gerakan Muhammadiyah tidak hanya bergerak melalui mimbar dan program organisasi, tetapi juga melalui tradisi literasi.

Di tengah derasnya arus informasi digital, menulis dan menerbitkan buku tetap menjadi jalan penting untuk menyebarkan gagasan, pengalaman, dan nilai-nilai pencerahan.

Kehadiran Masjid Memakmurkan, Dari Masjid Kita Bangkit dan Antara Harapan dan Tantangan seakan melengkapi tema besar Akademi Marbot Masjid Muhammadiyah.

Jika buku pertama berbicara tentang kebangkitan umat melalui masjid, maka buku kedua mengajak masyarakat membangun masa depan melalui pendidikan dan penguatan karakter.

Dua tema yang berbeda, namun bertemu pada satu tujuan yang sama: menghadirkan perubahan yang berkemajuan bagi umat dan bangsa. (*)

Revisi Oleh:
  • Agus Wahyudi - 22/06/2026 20:00
  • Nadjib Hamid - 22/06/2026 19:43
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu