Universitas Muhammadiyah Sidoarjo akan menggelar kuliah umum bertema “Kepemimpinan Transformasional dan Masa Depan Indonesia” di Auditorium KH Ahmad Dahlan, Kampus 1 Umsida.
Kegiatan ini menghadirkan tokoh nasional Anies Rasyid Baswedan dan merupakan hasil kolaborasi antara pihak kampus dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Umsida.
Penanggung jawab kegiatan, Dr. Nurdyansyah, M.Pd., menyampaikan bahwa kuliah umum ini bertujuan meningkatkan atmosfer akademik di lingkungan kampus.
“Melalui kuliah umum ini, kami ingin meningkatkan nuansa akademik mahasiswa Umsida melalui kuliah umum sekaligus memberikan pengalaman bagi mahasiswa untuk berkegiatan di level nasional,” ujarnya.
Selain itu, kegiatan ini juga memberikan wawasan baru terkait isu-isu terkini di dunia pendidikan dan kepemimpinan.
Ia menambahkan bahwa persiapan acara telah mencapai 95 persen, baik dari sisi teknis maupun non-teknis.
Peserta yang akan hadir berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pimpinan universitas, stakeholder, PDM, PDA, organisasi otonom Muhammadiyah, siswa SMA/K sederajat, hingga dosen dan tenaga kependidikan.
Pemilihan Anies Baswedan sebagai narasumber didasarkan pada rekam jejaknya di bidang pendidikan dan kepemimpinan.
“Beliau memiliki pengalaman sebagai Rektor Universitas Paramadina dan juga dikenal sebagai founder Indonesia Mengajar di era kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono,” jelas Dr Nur.
Dengan latar belakang tersebut, kehadiran Anies diharapkan mampu memberikan inspirasi dan perspektif baru bagi mahasiswa dalam memahami kepemimpinan transformasional di masa depan.
Ketua BEM Umsida, Bagus Arif Rizki Refandi, mengungkapkan bahwa pihaknya turut aktif dalam penyelenggaraan kegiatan ini.
“Awalnya kami tidak menyangka bisa menghadirkan tokoh seperti Pak Anies, tapi ini menjadi kebanggaan dan kehormatan bagi kami,” ungkapnya.
Antusiasme mahasiswa terhadap kegiatan ini sangat tinggi. Kuota peserta sebanyak 800 orang yang dibuka melalui sistem SIOMAH langsung habis dalam waktu singkat.
“Dibuka pagi, siangnya sudah habis. Bahkan sampai sekarang masih banyak yang ingin ikut,” tambahnya.
Menariknya, minat tidak hanya datang dari mahasiswa Umsida, tetapi juga dari mahasiswa luar kampus.
Bagus berharap kegiatan ini dapat membangkitkan semangat mahasiswa, khususnya kader Muhammadiyah, untuk aktif berperan dalam kehidupan berbangsa.
“Kita bukan hanya generasi perubahan, tapi juga aktor dari perubahan itu sendiri,” tegasnya.
Kuliah umum ini diharapkan menjadi momentum penting dalam membentuk karakter kepemimpinan mahasiswa yang visioner dan berdaya saing di masa depan.





0 Tanggapan
Empty Comments