SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik (SMAMIO) menutup rangkaian kegiatan Spiritual Journey (Suju) dengan menggelar giat sosial dan jalan sehat bersama warga di Masjid Nurul Huda, Desa Latukan, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan.
Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan terasa sejak pagi hari, mempererat hubungan antara siswa SMAMIO dengan warga Muhammadiyah setempat.
Kegiatan dimulai sejak pukul 03.00 WIB dengan pelaksanaan salat Tahajud berjamaah yang dilanjutkan salat Subuh.
Suasana semakin khidmat saat Faiq, siswa kelas XI SMAMIO, menyampaikan Kajian Subuh di hadapan jamaah. Pesan-pesan kebaikan yang disampaikan menjadi bekal spiritual sebelum memulai aktivitas hari itu.
Usai kajian, halaman masjid berubah menjadi pusat kebersamaan. Siswa dan warga bersama-sama menyiapkan sarapan gratis bagi jamaah.
Program pembagian sayur gratis juga menjadi daya tarik tersendiri. Sayur-mayur segar tersebut telah dipersiapkan dan dikemas rapi oleh panitia bersama siswa sejak malam sebelumnya.
Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian siswa terhadap kesejahteraan masyarakat dan ketahanan pangan desa.
Kemeriahan berlanjut dengan kegiatan jalan santai yang diikuti ratusan peserta.
Rute dimulai dari halaman Masjid Nurul Huda dan berakhir di MI Muhammadiyah Latukan. Berbagai hadiah menarik disiapkan, mulai dari kontribusi siswa hingga hadiah utama dari pihak sekolah.
Suasana semakin semarak dengan penampilan Band SMAMIO yang menghibur peserta di garis akhir.
Wakil Kepala Bidang Ismuba SMAMIO, Ustadz Hudzaifaturrahman, S.Th.I., menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki tiga tujuan utama.
Pertama, mempererat silaturahmi antara civitas akademika SMAMIO dan masyarakat Desa Latukan.
Kedua, mensyiarkan budaya hidup sehat melalui olahraga dan konsumsi makanan bergizi.
Ketiga, menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat melalui kehadiran siswa.
“Melihat senyum para warga dan antusiasme siswa, kami berharap nilai-nilai pengabdian ini membekas di hati anak-anak kami sebagai bekal mereka di masa depan,” pungkasnya.
Kegiatan ditutup dengan acara penutupan yang menandai berakhirnya program Suju 2026.
Momen ini meninggalkan kesan mendalam, tidak hanya bagi siswa SMAMIO, tetapi juga bagi masyarakat Desa Latukan yang merasakan langsung manfaat kegiatan tersebut.






0 Tanggapan
Empty Comments