Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Waswas dalam Beribadah dan Interaksi Sosial

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Waswas dalam Beribadah dan Interaksi Sosial
Waswas disebut juga sikap dan rasa ragu-ragu atau kurang yakin. Juga rasa khawatir atau cemas dalam menghadapi sesuatu, dan rasa curiga terhadap seseorang atau situasi. Foto: Mohamed hassan/pixabay.

Kedua, minta perlindungan Allah. Perlindungan Allah Azza Wa Jalla juga dapat menghilangkan waswas. Karena setan yang biasa membuat dan membisikkan manusia menjadi waswas, hanya takut pada Allah saja.(QS. Al Mukminun:97-98).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga menjelaskan saat ada yang mengadu kepadanya. Sebagaimana disebutkan dalam haditsnya:

“Wahai Rasulullah, sesungguhnya setan telah hadir di antara aku dan shalatku serta bacaanku, la mengacaukannya (bikin waswas).” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Itu adalah setan yang disebut Khinzab. Jika engkau merasakannya, maka mintalah perlindungan kepada Allah darinya (baca ta’awudz) …”. (HR. Muslim).

Ketiga, selalu mengingat Allah. Waswas itu menunjukkan qalbu dalam keadaan tidak tenang. Karena itu menghilangkan waswas harus dengan cara mengencangkan qalbu. Hal dapat dilakukan dengan selalu mengingat atah dzikir kepada Allah Azza Wa Jalla. Sesuai firman Nya:

“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar Ra’d:28).

Keempat, berdoa kepada Allah. Senantiasa berdoa kepada Allah Azza Wa Jalla juga dapat membantu menghilangkan rasa waswas dalam qalbu seorang hamba.(QS. Ali Imran:8).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memberi bacaan doanya, “Wahai pembolak balik hati, tetapkan hatiku atas agama-Mu”. Aisyah Berkata, “Aku bertanya,

‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya engkau seringkali berdoa dengan doa ini. Maka beliau bersabda: Sesungguhnya hati anak Adam itu berada di antara jari jemari Allah azza wajalla, kalau Dia kehendaki, akan Dia palingkan, dan kalau Dia kehendaki akan Dia luruskan.” (HR. Tirmizi, no. 23463).

Kelima, bertawakal kepada Allah. Waswas juga dapat hilang dari qalbu seorang hamba apabila dia senantiasa bertawakal kepada Allah Azza Wa Jalla.

Sebab dengan bertawakal kepada-Nya, akan dipenuhi keperluannya, termasuk dalam menghilangkan waswas dalam qalbu. (QS. At Talaq:3).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga mempertegas cara untuk menghilangkan waswas dalam qalbu seperti disebutkan dalam hadits ini:

“Seorang laki-laki berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: ‘Wahai Rasulullah, apakah saya ikat unta saya lalu bertawakal kepada Allah, ataukah saya lepas saja sambil bertawakal?’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: Ikatlah untamu itu, kemudian barulah engkau bertawakal!'” (HR. At-Tirmidzi no. 2517 dan Ibnu Hibban no. 731).

Keenam, berusaha memalingkan diri. Mengatasi waswas juga bisa dilakukan dengan cara tidak menghiraukan, cuek bebek, masa bodoh, tidak memperhatikan dan memalingkan diri dari soal tersebut. Sesuai tuntunan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ini.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

“Setan akan mendatangi salah seorang dari kalian lalu bertanya, ‘Siapa yang menciptakan ini? Siapa yang menciptakan itu?’ Sampai akhirnya ia bertanya,

‘Siapa yang menciptakan Tuhanmu?’ Jika ia telah sampai pada tahapan tersebut, maka hendaklah ia berlindung kepada Allah dan hendaklah ia berhenti (memalingkan diri dari pikiran itu).” (HR. Bukhari no. 3276 & Muslim no. 134).

Ketujuh, mengucapkan kalimat iman. Kalimat iman ternyata berpengaruh dalam mengatasi masalah waswas dalam qalbu seorang hamba. Sebagaimana disebutkan dalam hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

“Jika ia mendapati sesuatu dari hal itu (waswas), maka hendaklah ia mengucapkan: ‘Amantu billahi wa rusulihi’ (Aku beriman kepada Allah dan Rasul-Rasul-Nya)’.” (HR. Muslim no. 135).

Kedelapan, banyak membaca Al-Qur’an. Rasa waswas dalam qalbu seorang hamba juga dapat dihilangkan dengan senantiasa dan banyak- banyak membaca Al-Qur’an.

Karena Al Qur’an itu sifa (obat) dan rahmat dari Allah Azza Wa Jalla. (QS. Al Isra:82, Yunus:57, Al Ankabut:51).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga mempertegas, “Sebaik-baik obat adalah Al-Qur’an (HR. Ibnu Majah no 3477 dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu).

Ibnu Qayyim Al Jauziyah rahimakumullah menjelaskan, “Barangsiapa yang tidak dapat disembuhkan oleh Al Qur`an, berarti Allah tidak memberikan kesembuhan kepadanya. Dan barangsiapa yang tidak dicukupkan oleh Al-Qur`an, maka Allah tidak memberikan kecukupan kepadanya“ (Lihat Zaadul Ma’ad IV/352, karya Ibnul Qayyim).

Kesembilan, melaksanakan shalat malam. Ibadah shalat pada prinsipnya juga dapat menghilangkan waswas dalam qalbu, sebab shalat itu dzikrullah, dan dengan berdzikir hati menjadi tenteram dan damai. (QS. Thaha:14, Al Ankabut:45:Ar Ra’d:28).

Begitu pula shalat malam dapat menghilangkan berbagai penyakit, termasuk rasa waswas.dalam qalbu. Sebagaimana disebutkan dalam hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

“Setan mengikat tengkuk kepala kalian saat tidur dengan tiga ikatan… Jika ia bangun lalu berdzikir kepada Allah, lepaslah satu ikatan. Jika ia berwudhu, lepaslah ikatan berikutnya. Dan jika ia mendirikan shalat, lepaslah semua ikatan tersebut, sehingga di pagi hari ia akan bersemangat dan berjiwa bersih/tenang. Jika tidak, dia akan berjiwa buruk dan malas.” (HR. Bukhari no. 1142 dan Muslim no. 776).

Revisi Oleh:
  • Danar Trivasya Fikri - 20/10/2026 10:13
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu