Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Wilker 2 PDA Lamongan Bergerak, Perkuat Cabang dan Tebar Kepedulian Sosial

Iklan Landscape Smamda
Wilker 2 PDA Lamongan Bergerak, Perkuat Cabang dan Tebar Kepedulian Sosial
Peserta Wilker 2 PDA Lamongan untuk Penguatan Cabang (dok istimewa)
pwmu.co -

Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Lamongan terus menggencarkan penguatan organisasi melalui kegiatan bertajuk “Memaksimalkan Peran Wilker 2 untuk Penguatan Cabang” yang digelar di Aula SMK Muhammadiyah Modo, Ahad (17/05/2026).

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari semarak Milad ke-109 ’Aisyiyah.

Wilker 2 PDA Lamongan yang terdiri dari tujuh cabang, yakni Babat, Kedungpring, Sugio, Ngimbang, Modo, Buluk, dan Sukorame, menghadirkan sekitar 150 peserta dari tujuh Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah.

Kegiatan triwulan tersebut menjadi wadah konsolidasi sekaligus penguatan gerakan dakwah dan sosial ’Aisyiyah di tingkat cabang.

Selain mendapatkan pembinaan organisasi dari Ketua PDA Lamongan, Hj. Diyana Mufidati, S.Ag., S.Pd., kegiatan juga diwarnai aksi sosial berupa penyaluran santunan sembako kepada lima dhuafa dan lima anak yatim dhuafa.

Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan antarkader ’Aisyiyah dari berbagai cabang.

Pimpinan Cabang Muhammadiyah Modo, Drs. H. Ali Shodikin, dalam sambutannya menegaskan bahwa kehidupan sejatinya adalah gerak dan perjuangan.

“Setiap yang hidup harus bergerak dan berjuang karena itu adalah fitrah adanya kehidupan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran perempuan ’Aisyiyah untuk terus aktif dalam gerakan organisasi sebagai bagian dari perjuangan dakwah dan pengabdian sosial.

“Perempuan-perempuan ‘Aisyiyah juga harus bergerak dan berjuang lewat ‘Aisyiyah sebagai gerakan sekaligus tampilan fitrah kehidupan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Lamongan, Hj. Diyana Mufidati, S.Ag., S.Pd., dalam arahannya menyampaikan refleksi mendalam tentang makna Milad ’Aisyiyah.

SMPM 5 Pucang SBY

Menurutnya, Milad ’Aisyiyah sejatinya diperingati berdasarkan kalender Hijriyah karena memiliki filosofi spiritual yang kuat.

“Pada tanggal 27 Rajab Nabi Muhammad SAW menerima perintah sholat lima waktu. Dalam sholat berjamaah, makmum harus mengikuti imam. Itu mengajarkan bahwa dalam gerakan harus ada satu kepemimpinan yang diikuti,” jelas Diyana.

Ia menambahkan bahwa dalam berjamaah terdapat kesatuan gerakan dan kekompakan yang harus dijaga bersama.

“Rukuk satu, rukuk semua. Sujud pun demikian. Semua berjalan dalam satu komando, yakni imam atau pimpinan,” ungkapnya sambil tersenyum.

Dalam kesempatan tersebut, Diyana juga memaparkan berbagai peran amal usaha ’Aisyiyah yang telah memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Mulai dari layanan pengasuhan anak melalui day care bayi hingga pengasuhan lansia telah dijalankan oleh ’Aisyiyah di berbagai daerah.

Namun, ia menyoroti belum adanya layanan khusus bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), padahal jumlah penderita depresi dan gangguan mental terus meningkat, terutama di kalangan perempuan.

“ODGJ juga membutuhkan pengasuhan yang layak agar hidup mereka tetap bermakna bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya,” pungkasnya penuh antusias.

Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa ’Aisyiyah tidak hanya fokus pada penguatan organisasi, tetapi juga terus menghadirkan kepedulian sosial dan gagasan progresif untuk menjawab tantangan masyarakat modern.

Revisi Oleh:
  • Satria - 19/05/2026 20:03
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡