Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Zikir Bukan Sekadar Ucapan

Iklan Landscape Smamda
Zikir Bukan Sekadar Ucapan
Foto: vecteezy
Oleh : Dr. Ajang Kusmana Staf Pengajar AIK UMM

Zikir berasal dari bahasa Arab ‘dzakara, yadzkuru, dzikr’, yang artinya mengingat atau menyebut. Dalam Islam pengertian zikir adalah mengingat Allah SWT di dalam hati serta melafalkannya dengan lidah. Zikir Allah adalah kegiatan mengingat Allah SWT dengan melafalkan atau meresapi nama-Nya.

Manfaat zikir sangat besar untuk setiap umat Muslim yang rutin mengerjakannya. Tidak hanya mendapatkan pahala, ibadah zikir juga bisa mendatangkan keberkahan hidup di dunia dan akhirat

Dzikir (mengingat Allah Subhanahu wa Ta’ala) dapat dilakukan dengan hati (bil qalbi), dan dapat pula dengan lisan (bil lisaan). Namun yang terbaik (al-afdhal) adalah dengan hati dan lisan sekaligus, tetapi jika dibatasi pilihannya hanya pada salah satu dari keduanya, maka dengan hatilah yang lebih utama (afdhal), karena zikir hati (dzikrul Qalbi) akan membuahkan pengetahuan (ma’rifah) dan membang-kitkan rasa cinta (al-mahabbah) dan rasa malu (al-hayaa’), melahir-kan rasa takut (makaafah) serta menghadirkan rasa pengawasan (muraaqabah) dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Ibnul Qayyim rahimahullah di dalam kitabnya, al-Waabilush Shayyib menyebutkan tentang jenis-jenis zikir, bahwa zikir itu terbagi dua macam, yaitu:

Pertama, menyebut Nama-Nama, Sifat-Sifat Allah Subhanahu wa Ta’ala dan menyanjung-Nya dengan menggunakan Nama-Nama dan Sifat-Sifat tersebut, juga mensucikan-Nya dari segala dari segala hal yang tidak layak untuk disandarkan kepada-Nya. Bagian inilah yang sering diterangkan dalam hadis Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam seperti,

سُبْحَانَ اللهُ، وَالْحَمْدُ للهِ، وَلاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ dan سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ serta لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ، وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
atau yang lainnya.

Dan yang terbaik (afdhal) dalam bagian ini serta mencakup segala pujian, adalah

سُبْحَانَ اللهِ عَدَدَ خَلْقِهِ.

Ini lebih utama (afdhal) dari sekedar

سُبْحَانَ اللهُ.

Sebagaimana jika engkau mengucapkan

, “الْحَمْدُ للهِ عَدَدَ مَا خَلَقَ فِي السَّمَاءِ وَعَدَدَ مَا خَلَقَ فِي الأَرْضِى وَعَدَدَ مَا بَيْنَهُمَا، وَعَدَدَ مَا هُوَ خَالِقٌ”
lebih utama (afdhal) dari sekedar

“الْحَمْدُ للهِ”.

SMPM 5 Pucang SBY

Beliau menguatkan pendapat ini dengan menyebutkan beberapa hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Kedua, menyebut dan mengingat perintah, larangan dan hukum-hukum Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Jenis ini pun terklasifikasi menjadi dua macam:

1. Menyebut dan mengingat hal-hal tersebut sebagai informasi dan pemberitahuan dari-Nya, bahwa Allah Ta’ala telah me-merintahkan hal ini, melarang hal itu, suka pada hal ini, murka pada hal itu, serta rida terhadap hal yang demikian.

2. Menyebut dan mengingat perintah-Nya kemudian bersegera merealisasikannya, atau menyebut dan mengingat larangan-Nya kemudian bersegera menjauhkan diri darinya.

Berzikir kepada Allah Ta‘ala terbagi menjadi: Menyebut Nama-Nama dan Sifat-Sifat-Nya Ta‘ala, yang sengaja digunakan untuk berdzikir maupun yang bersifat pengkabaran.

Dan mengingat perintah dan larangan-Nya beserta hukum-hukum-Nya, baik yang bersifat ucapan (qaulan) maupun prakteknya (‘amalan), dan menyebut-nyebut nikmat-nikmat-Nya dan kebaikan-kebaikan-Nya kepada makhluk-Nya.

Maka, dibolehkan mencari berkah dengan dua zikir yang tersebut di atas tadi, dengan jenis-jenis dan macam-macamnya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberikan petunjuk kepada kita agar membaca zikir dan wirid-wirid yang disyariatkan baik yang umum maupun khusus, dan terikat oleh tempat, waktu maupun keadaan, seperti zikir yang disyariatkan dalam salat, sesudah adzan, haji dan berbagai ibadah lain, juga seperti zikir-zikir siang dan malam yang telah masyhur.

Contohnya zikir pagi dan sore, saat tidur, mengendarai kendaraan, saat berpakaian, dan selainnya. Begitu pun pada saat tertentu dan kondisi-kondisi tertentu yang berbeda-beda serta pada seluruh keadaan seorang Muslim. (*)

Revisi Oleh:
  • Agus Wahyudi - 08/10/2026 13:27
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu