Sebanyak 297 siswa-siswi dari 28 SD/MI Muhammadiyah se-Kota Surabaya resmi dikukuhkan dalam Wisuda IV Tahfidzul Qur’an yang digelar di SMAMDA Tower, Sabtu (16/5/2026).
Kegiatan yang diinisiasi Majelis Dikdasmen PNF PDM Kota Surabaya bersama Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD/MI Muhammadiyah Kota Surabaya ini mengusung tema “Membumikan Al-Qur’an, Melangitkan Harapan”.
Ketua K3S SD/MI Muhammadiyah Kota Surabaya, Amang Muazam, M.Pd.I., menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada seluruh peserta wisuda atas capaian hafalan yang dinilai luar biasa.
“Dari 297 peserta, ada yang telah menghafal satu juz di juz 30, ada yang lebih, bahkan luar biasa, ada siswa yang sudah berhasil menghafal penuh 30 juz Al-Qur’an,” ujarnya.
Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan hasil perjuangan panjang para siswa dalam menjaga hafalan Al-Qur’an sejak usia dini. Karena itu, K3S memberikan penghargaan dalam bentuk apresiasi moral dan kebanggaan atas ketekunan mereka.
Suasana wisuda semakin mengharukan ketika Amang Muazam membacakan puisi berjudul “Mahkota Cahaya di Kepalamu” yang dipersembahkan khusus untuk para wisudawan dan wisudawati.
Melalui bait-bait puisi tersebut, ia menggambarkan perjuangan para penghafal Al-Qur’an kecil yang harus melawan rasa kantuk, mengulang hafalan berkali-kali, hingga meneteskan air mata demi menjaga ayat-ayat Allah tetap melekat di hati.
“Lihatlah ibumu di ujung sana menangis bukan karena sedih, tetapi karena doa-doa panjangnya dikabulkan. Lihatlah ayahmu menunduk menyembunyikan haru karena putra-putrinya telah mewarisi sebaik-baik warisan,” ucapnya penuh haru.
Amang menegaskan bahwa wisuda tahfidz bukanlah garis akhir perjalanan, melainkan gerbang awal untuk terus menjaga dan mengamalkan Al-Qur’an sepanjang hayat.
“Berjalanlah dengan Al-Qur’an di dadamu, berakhlaklah dengan Al-Qur’an di sikapmu, dan berdakwahlah dengan Al-Qur’an di lisanmu. Jadilah Al-Qur’an yang berjalan,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya, Dr. H. M. Ridlwan, M.Pd., mengapresiasi konsistensi Majelis Dikdasmen PNF dan K3S SD/MI Muhammadiyah Kota Surabaya dalam membina generasi penghafal Al-Qur’an di tingkat sekolah dasar.
Menurutnya, menghafal Al-Qur’an sejak dini bukan hanya prestasi akademik, tetapi juga pondasi penting dalam membangun karakter dan benteng moral anak di tengah tantangan zaman.
“Wisuda Tahfidz ini menjadi bukti nyata komitmen Muhammadiyah dalam membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam nilai-nilai Al-Qur’an,” ungkapnya.
Ia menambahkan, di tengah derasnya arus digitalisasi, kedekatan anak-anak dengan Al-Qur’an akan menjadi kompas kehidupan agar tetap berada di jalan yang benar.
Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, Ridlwan secara resmi membuka prosesi wisuda ratusan penghafal Al-Qur’an tersebut.
“Dengan mengharap rida Allah SWT, Wisuda IV Tahfidzul Qur’an SD/MI Muhammadiyah se-Kota Surabaya Tahun 2026 secara resmi saya nyatakan dibuka,” tuturnya.
Di akhir sambutannya, Ridlwan mengingatkan bahwa tanggung jawab menjaga hafalan anak tidak berhenti setelah wisuda. Peran guru dan orang tua tetap dibutuhkan agar hafalan Al-Qur’an terus melekat dan tercermin dalam perilaku sehari-hari.
“Anak-anak ini adalah aset umat dan bangsa. Tugas kita bersama untuk menjaga, mendampingi, dan memastikan hafalan mereka terus hidup dalam keseharian,” pungkasnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments