Iklan SDM 4 Mudipat 2026

716 Anak PAUD Aisyiyah Madiun Ikuti Peluncuran Tunas Athfal Hizbul Wathan

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
716 Anak PAUD Aisyiyah Madiun Ikuti Peluncuran Tunas Athfal Hizbul Wathan
Peluncuran Tunas Athfal Hizbul Wathan di Madiun diikuti 716 anak PAUD ‘Aisyiyah melalui kegiatan outbound dan permainan edukatif (Lilik/PWMU.CO)
pwmu.co -

Peluncuran Tunas Athfal Hizbul Wathan mewarnai kegiatan outbound Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Aisyiyah se-Kota Madiun di Edupark Ngrowo Bening, Kota Madiun, Selasa–Rabu (13–14/10/2026). Kegiatan yang diselenggarakan Pimpinan Daerah Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal (PD IGABA) Kota Madiun ini diikuti 716 anak untuk mengenalkan nilai-nilai kepanduan melalui permainan edukatif.

Kegiatan berlangsung selama dua hari dengan pembagian peserta berdasarkan kelompok usia. Pada Selasa (13/10/2026), sebanyak 355 anak kelompok B mengikuti kegiatan, sedangkan pada Rabu (14/10/2026), giliran 361 anak kelompok A. Seluruh peserta berasal dari satuan PAUD Aisyiyah se-Kota Madiun.

Acara tersebut dihadiri perwakilan Kwartir Wilayah Hizbul Wathan, Kwartir Daerah Hizbul Wathan Kota Madiun, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Madiun, Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Madiun, Majelis PAUD Dasmen PDA Kota Madiun, Pimpinan Cabang Aisyiyah se-Kota Madiun, serta pengawas dan penilik dari Dinas Pendidikan Kota Madiun.

Tunas Athfal Kenalkan Nilai Kepanduan Sejak Dini

Ketua IGABA Kota Madiun, Wahyu Dian Sukowati, S.Pd.AUD, menyampaikan bahwa kegiatan ini melibatkan seluruh siswa PAUD Aisyiyah di Kota Madiun. Pelaksanaan selama dua hari dilakukan agar anak-anak dapat mengikuti rangkaian aktivitas sesuai kelompok usia masing-masing.

Ketua Majelis PAUD Dasmen PDA Kota Madiun, Lilik Mustofiyah, M.Pd., menjelaskan bahwa outbound bukan sekadar aktivitas bermain di luar kelas, tetapi juga menjadi sarana bagi anak untuk belajar melalui pengalaman langsung.

“Kegiatan ini bukan sekadar bermain di luar kelas. Ini adalah kesempatan bagi anak-anak untuk belajar berani, mandiri, bekerja sama, menghargai teman, dan mengenal lingkungan melalui pengalaman yang menyenangkan,” ungkapnya.

Menurut Lilik, anak usia dini memiliki cara belajar yang khas melalui gerak, permainan, pengalaman langsung, dan kasih sayang. Karena itu, pendidikan perlu memberi ruang bagi anak untuk berkembang secara utuh, tidak hanya dalam kemampuan akademik.

“Mari kita hadirkan pendidikan yang tidak hanya membuat anak-anak pintar, tetapi juga bahagia, percaya diri, berakhlak mulia, dan memiliki kepedulian terhadap sesama,” tambahnya.

Ketua PDM Kota Madiun, Ir. H. Sutomo, S.T., M.H., dalam sambutannya mengingatkan pentingnya belajar dengan tekun sebagai bekal untuk meraih cita-cita. Ia menyebut anak-anak yang mengikuti kegiatan tersebut sebagai generasi penerus yang kelak dapat mengisi berbagai profesi dan mengambil peran penting di masyarakat, seperti dokter, polisi, guru, dan profesi lainnya.

Sementara itu, Wakil Kwartir Wilayah Hizbul Wathan, Ramanda Yasir Wachid, menyampaikan ucapan selamat atas peluncuran Tunas Athfal Hizbul Wathan di lingkungan TK Aisyiyah. Ia berharap program tersebut membawa keberkahan dan kemajuan bagi gerakan Hizbul Wathan serta Aisyiyah.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Yasir juga menekankan pentingnya nilai kejujuran dan ketaatan dalam pembentukan karakter Tunas Athfal Hizbul Wathan. Kedua nilai tersebut diharapkan tumbuh melalui pembiasaan sehari-hari, baik di sekolah, keluarga, maupun masyarakat.

Peluncuran ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan gerakan kepanduan Hizbul Wathan kepada anak usia dini melalui lingkungan pendidikan Aisyiyah.

Sepuluh Permainan Outbound Latih Keberanian dan Kerja Sama

Setelah pembukaan dan peluncuran Tunas Athfal Hizbul Wathan, kegiatan dilanjutkan dengan outbound yang menghadirkan sepuluh jenis permainan edukatif. Permainan tersebut meliputi papan titian dan cone, jejak kaki, jamu, paralon, estafet menyusun kreweng, lempar bola ke papan berlubang, merayap, ranjau tali, memindahkan bola menggunakan taplak, serta memindahkan botol menggunakan karet.

Permainan dirancang dengan mekanisme yang beragam. Sejumlah aktivitas, seperti papan titian dan cone, jejak kaki, merayap, serta ranjau tali, dilaksanakan secara individu dengan sistem antrean. Permainan jamu dilakukan secara berkelompok. Sementara itu, permainan paralon dan estafet menyusun kreweng melibatkan lima anak dalam setiap giliran, permainan memindahkan bola menggunakan taplak melibatkan empat anak, dan permainan memindahkan botol menggunakan karet dilakukan oleh lima anak dalam setiap giliran.

Melalui variasi aktivitas tersebut, anak-anak mendapat kesempatan untuk melatih keseimbangan, koordinasi gerak, konsentrasi, serta keberanian dalam menghadapi tantangan sederhana. Mereka juga belajar mengikuti instruksi, bersabar ketika mengantre, dan bekerja sama dengan teman.

Kegiatan ini menghubungkan pengenalan nilai kepanduan dengan pengalaman bermain yang dekat dengan dunia anak. Peluncuran Tunas Athfal Hizbul Wathan dan outbound pun menjadi ruang kolaborasi antara IGABA, Aisyiyah, Muhammadiyah, dan Hizbul Wathan dalam pendidikan anak usia dini.

Melalui kegiatan tersebut, anak-anak PAUD Aisyiyah se-Kota Madiun diperkenalkan pada nilai kejujuran, ketaatan, kemandirian, keberanian, dan kerja sama melalui aktivitas yang mereka ikuti secara langsung. (*)

Revisi Oleh:
  • Tanwirul Huda - 14/10/2026 09:49
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu