Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Sidoarjo, Ahmad Alfarizi, menyampaikan apresiasi kepada Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) dan Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Sidoarjo yang terus memberikan ruang kepada generasi muda untuk terlibat aktif dalam berbagai agenda persyarikatan.
Hal itu disampaikannya saat memberikan sambutan pembukaan pada Kajian Ahad Pagi pekan ketiga PDM Sidoarjo yang digelar di Masjid An Nur Kompleks Pusat Perguruan Muhammadiyah Sidoarjo, Ahad (17/5/2026).
Dalam sambutannya, Ahmad Alfarizi menilai kepercayaan yang diberikan kepada kalangan muda merupakan bentuk kepedulian Muhammadiyah dalam menyiapkan generasi penerus yang tangguh dan berdaya saing.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada ayahanda PDM Sidoarjo dan ibunda PDA Sidoarjo yang telah memberikan ruang kolaborasi kepada Pemuda Muhammadiyah dalam agenda rutin Kajian Ahad Pagi. Ini menjadi bukti bahwa Muhammadiyah memberikan kesempatan bagi anak-anak muda untuk tumbuh, belajar, dan mengambil peran,” ujarnya.
Ia kemudian mengaitkan komitmen tersebut dengan firman Allah dalam Surah An-Nisa ayat 9 yang mengingatkan pentingnya menyiapkan generasi kuat dan berkualitas.
Ayat tersebut menjelaskan agar umat Islam tidak meninggalkan keturunan yang lemah, melainkan generasi yang memiliki ketakwaan, kemampuan, dan tutur kata yang baik.
Menurut Alfarizi, semangat menyiapkan generasi unggul saat ini menjadi tantangan tersendiri di tengah derasnya perkembangan teknologi dan penggunaan gawai di kalangan anak muda.
Wakil Kepala Bidang Humas SMA Muhammadiyah 3 Tulangan itu mengungkapkan bahwa fenomena generasi muda yang terlalu larut dalam penggunaan gadget sering kali membuat mereka kurang peduli terhadap lingkungan sekitar maupun aktivitas yang dapat meningkatkan kapasitas diri.
Namun, pemandangan berbeda justru ia lihat dalam Kajian Ahad Pagi tersebut. Kehadiran para pelajar dan pemuda yang mengikuti kajian dinilai menjadi harapan baru bagi masa depan.
“Kami sangat mengapresiasi para pelajar dan anak-anak muda yang hadir dalam kajian ini. Di tengah kondisi banyak generasi muda yang nyaman dengan gadgetnya masing-masing, masih ada anak-anak muda yang mau hadir untuk menuntut ilmu. Ini menjadi modal besar bagi masa depan,” katanya.
Alfarizi menegaskan bahwa ketika pemuda diberi kepercayaan dan ruang untuk berkembang, mereka mampu menghadirkan perubahan positif bagi masyarakat.
Menurutnya, hal tersebut sudah tampak di lingkungan Muhammadiyah Sidoarjo. Sejumlah kader muda kini telah menempati berbagai posisi strategis, mulai dari pengelola amal usaha, pengurus masjid, hingga dunia pendidikan.
Ia mencontohkan sejumlah kader muda Muhammadiyah yang dipercaya mengemban amanah sebagai kepala sekolah, penggerak amal usaha Muhammadiyah, hingga takmir masjid yang aktif melayani masyarakat.
“Kalau pemuda diberikan ruang untuk mengoptimalkan potensinya, saya yakin mereka akan memberikan dampak yang baik bagi umat dan bangsa. Mereka tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi menjadi bagian penting dalam perubahan,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Alfarizi berharap sinergi antara PDM Sidoarjo dan Pemuda Muhammadiyah terus terjalin secara berkelanjutan.
Ia berharap keberadaan pemuda dapat terus diterima dan dilibatkan dalam berbagai program maupun pengambilan keputusan di lingkungan Muhammadiyah Sidoarjo.
“Mudah-mudahan ke depan PDM Sidoarjo terus memberikan ruang kepada Pemuda Muhammadiyah untuk hadir, berkontribusi, dan bersama-sama membangun gerakan yang lebih besar,” pungkasnya.





0 Tanggapan
Empty Comments