Air boleh tumpah. Namun, semangat tidak boleh gugur. Jargon “Tim solid!” terdengar lantang dari delapan siswa kelas 3 SD Muhammadiyah Kompleks Gresik (SD Mugres) Kampus A sebelum mengambil posisi dalam lomba Tuang Mundur, Pantang Gugur (TMPG).
Mereka bersiap mengikuti perlombaan dalam rangkaian Semarak Kemerdekaan 17 Agustus di AR Fakhruddin Square, Kamis (13/8/2026).
Begitu perlombaan dimulai, suasana lapangan langsung riuh. Air harus dipindahkan dari satu siswa kepada siswa berikutnya. Namun, tidak sedikit air yang justru tumpah di tengah perjalanan.
Meski begitu, tidak ada wajah kecewa. Air yang tersisa tetap diteruskan. Sedikit atau banyak bukan persoalan. Yang penting, permainan terus berjalan.
Teriakan penyemangat dari teman-teman pun menggema. Mereka saling memberi dukungan agar tim tetap fokus hingga garis akhir.
Lomba yang diikuti siswa kelas 1 hingga 6 ini bukan sekadar permainan untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan. Di balik guyuran air dan gelak tawa, tersimpan pembelajaran tentang kerja sama, komunikasi, koordinasi, kesabaran, dan sikap pantang menyerah.
Antusiasme paling terasa dari siswa kelas 3. Mereka tidak hanya bersemangat ketika mendapat giliran bermain, tetapi juga aktif menyemangati teman yang berada di arena.
Salah satu momen menarik terjadi ketika Rifky Athalla Putra, siswa kelas 3 A.R. Sutan Mansur, mengikuti perlombaan. Tubuh Rifky beberapa kali terguyur air.
Bukannya kesal, Rifky justru tersenyum lebar.
“Seru, Bu. Adem, seger kena air,” ujarnya.
Guyuran air justru menjadi bagian paling menyenangkan bagi Rifky dan teman-temannya. Mereka tertawa, berteriak, dan terus melanjutkan permainan meski air yang diterima setiap siswa tidak selalu banyak.
Bagi anak-anak, tumpahnya air bukan kegagalan. Itu bagian dari permainan.
Wali Kelas 3 A.R. Sutan Mansur, Endang Suhermin, S.Ag., turut memberikan arahan dan semangat. Tingkah polos siswa ketika terkena guyuran air pun beberapa kali mengundang gelak tawa.
Namun, bagi Endang, yang paling penting bukanlah seberapa banyak air yang berhasil dipindahkan.
“Yang paling membuat saya bangga adalah rasa kebersamaan dan sportivitas mereka. Ketika ada teman yang tumpah atau agak tertinggal, alih-alih patah semangat, mereka justru saling menyemangati,” tuturnya.

Belajar Kompak dari Permainan
Kepala Urusan Kesiswaan SD Muhammadiyah Kompleks Gresik Kampus A, Christalina Riya Ristanti, S.Pd., mengatakan permainan yang melibatkan air sengaja dipilih karena sesuai dengan karakter anak-anak.
“Lomba TMPG alasannya karena identik dengan air. Anak-anak kalau lomba yang berhubungan dengan air pasti senang sekali, seru dan meriah,” jelasnya.
Di balik keseruannya, TMPG mengajarkan banyak hal. Peserta harus mampu berkomunikasi dengan anggota tim, mengikuti aba-aba, menjaga koordinasi, dan saling percaya.
Gerakan yang terlalu cepat atau kurang hati-hati justru membuat air semakin banyak tumpah. Karena itu, setiap anggota tim harus mampu mengendalikan diri dan menyesuaikan gerakan dengan teman satu kelompok.
Endang menilai siswa kelas 3 berhasil menunjukkan karakter pantang menyerah selama mengikuti perlombaan.
“Anak-anak kelas 3 hari ini benar-benar luar biasa! Sesuai dengan nama lombanya, Tuang Mundur, Pantang Gugur, mereka menunjukkan karakter pantang menyerah, fokus, dan sangat tangguh,” ungkapnya.
Kepala SD Muhammadiyah Kompleks Gresik Kampus A, Eka Meita Sari, M.Pd., mengatakan pemilihan kata “Pantang Gugur” memiliki pesan penting bagi siswa.
“Pemilihan kata ‘Pantang Gugur’ pada lomba tadi menunjukkan semangat pantang menyerah anggota tim untuk mencapai kemenangan,” ujarnya.
Semangat itulah yang diharapkan tidak berhenti di arena perlombaan. Anak-anak diharapkan membawa nilai kerja sama, sportivitas, keberanian, dan pantang menyerah dalam kehidupan sehari-hari.
Sebab, dalam permainan itu, anak-anak belajar satu hal sederhana: air boleh tumpah, tetapi semangat harus tetap utuh.
Kemenangan bukan satu-satunya tujuan. Kemampuan untuk terus mencoba, bekerja sama, dan saling menguatkan ketika menghadapi kesulitan jauh lebih berharga. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments