Lembaga Penelitian dan Pengembangan ‘Aisyiyah (LPPA) Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Timur kembali menggelar Kelas Kebijakan Publik sesi kedua secara virtual melalui Zoom Meeting, Sabtu (16/05/2026).
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber yang membahas strategi perempuan dalam memengaruhi kebijakan publik serta tantangan yang dihadapi perempuan di ruang publik.
Dua narasumber yang hadir dalam kegiatan tersebut yakni Dati Fatimah, M.A. dari LPPA PP ‘Aisyiyah dan akademisi Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Yuni Lestari MAP.
Dorong Peningkatan Kapasitas Kader
Acara terbuka langsung oleh Ketua PW ‘Aisyiyah Jawa Timur, Dra Hj Rukmini Amar MAP. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas kader perempuan agar mampu berkontribusi dalam pengambilan kebijakan publik.
“Melalui kelas kebijakan publik ini, PW ‘Aisyiyah Jawa Timur berharap seluruh kader dapat terus belajar meningkatkan kapasitas diri agar mampu bersinergi mewujudkan suara individu menjadi suara gerakan yang didengar dan dapat memengaruhi kebijakan publik” ujar Rukmini.
Sementara itu, Ketua LPPA Jawa Timur, Afida Safriani MA PhD dalam laporan panitia menyampaikan fokus sesi kedua ini.
Menurutnya, agenda ini terkonsentrasi pada jalur penyampaian aspirasi agar dapat memengaruhi kebijakan publik serta tantangan perempuan ‘Aisyiyah dalam ranah tersebut.
“Fokus pembahasan kali ini adalah bagaimana jalur yang dapat digunakan untuk menyampaikan pendapat agar mampu memengaruhi kebijakan publik, sekaligus mengidentifikasi tantangan perempuan ‘Aisyiyah dalam proses tersebut” jelas Afida.
Pada sesi materi pertama, Dati Fatimah mengawali pemaparan dengan melibatkan peserta melalui aplikasi Mentimeter. Peserta diminta mengidentifikasi hambatan perempuan dalam kiprah di ruang publik.
Hasil diskusi menunjukkan sejumlah tantangan utama yang masih dihadapi perempuan. Di antaranya budaya patriarki yang kuat, beban ganda sebagai istri, ibu, sekaligus pekerja publik, akses dan kesempatan yang belum setara, hingga minimnya dukungan sistem dan komitmen bersama.
Menurut Dati, kondisi tersebut menuntut perempuan ‘Aisyiyah untuk terus berbenah dan meningkatkan kapasitas diri agar mampu menjadi bagian dari solusi atas persoalan sosial yang ada.
“Perempuan ‘Aisyiyah harus meningkatkan kapasitas agar mampu hadir sebagai bagian dari solusi dalam kehidupan masyarakat” ungkapnya.
Perempuan dan Kualitas Demokrasi
Sementara itu, narasumber kedua, Yuni Lestari, menyoroti pentingnya keterlibatan perempuan dalam proses penyusunan kebijakan publik yang inklusif dan berkeadilan.
Ia menjelaskan bahwa keterlibatan perempuan di ruang publik tidak dapat dilepaskan dari komitmen menjalankan regulasi afirmasi perempuan yang telah diatur dalam undang-undang.
“Dalam Undang-Undang Pemilu sudah diatur keterlibatan perempuan minimal 30 persen sebagai calon anggota parlemen. Namun, implementasinya masih sebatas pencalonan sehingga hasil akhirnya perempuan yang duduk di parlemen masih sangat minim” terang Yuni.
Yuni menambahkan, kehadiran perempuan dalam pengambilan kebijakan sangat penting karena perempuan memiliki pengalaman sosial yang berbeda dibanding laki-laki.
“Perempuan mampu mengidentifikasi kebutuhan kelompok rentan sehingga dapat meningkatkan kualitas demokrasi” katanya.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang muncul di kolom komentar serta peserta yang mengangkat tangan untuk berdiskusi secara langsung. Peserta yang bergabung dalam kegiatan ini 156 orang dari unsur Pimpinan Daerah Aisyiyah se Jawa Timur.
Salah satu pertanyaan yang banyak menarik perhatian peserta adalah mengenai tips sukses menjalankan peran perempuan di ranah publik sekaligus domestik. Peserta juga menanyakan pengalaman pribadi Yuni Lestari dalam menjalankan kedua peran tersebut secara seimbang.
Kegiatan Kelas Kebijakan Publik LPPA ‘Aisyiyah Jawa Timur ini menjadi ruang pembelajaran strategis bagi perempuan untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan, memperluas wawasan kebijakan publik.
Sekaligus memperjuangkan keterlibatan perempuan dalam proses demokrasi yang lebih inklusif.





0 Tanggapan
Empty Comments