Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Aksi Pelajar dan Pemuda Malang Raya dalam Nobar Menolak Punah

Iklan Landscape Smamda
Aksi Pelajar dan Pemuda Malang Raya dalam Nobar Menolak Punah
Aksi Pelajar dan Pemuda Malang Raya dalam Nobar Menolak Punah. Foto: Istimewa/PWMU.CO
pwmu.co -

Semangat kepedulian terhadap lingkungan dan gaya hidup berkelanjutan kembali digaungkan oleh anak muda di Malang Raya melalui kegiatan diskusi dan nonton bareng film dokumenter Menolak Punah yang dilaksanakan pada Jumat (22/5/2026) pukul 16.00 WIB di SNI Kopi.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara organisasi dan komunitas, yakni Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Jawa Timur, Kader Hijau Muhammadiyah Malang Raya, Zona Bening, serta Gelap Terang Pustaka Jalanan.

Kegiatan ini menjadi ruang temu bagi pelajar, mahasiswa, komunitas literasi, dan pegiat lingkungan untuk bersama-sama merefleksikan kondisi lingkungan hidup saat ini melalui film dokumenter dan diskusi interaktif.

Film Menolak Punah menghadirkan gambaran nyata tentang krisis lingkungan, budaya konsumtif, serta tantangan generasi muda dalam menjaga keberlanjutan bumi di tengah derasnya tren dan gaya hidup modern.

Dalam sesi diskusi, peserta diajak membahas bagaimana budaya konsumsi berlebihan dan tekanan media sosial sering kali membuat anak muda sulit membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Selain itu, diskusi juga menyoroti pentingnya membangun kesadaran kolektif untuk mulai menjalani pola hidup yang lebih sederhana, bijak, dan ramah lingkungan.

Pemantik diskusi, Marchelino Bagaskara Utama selaku Ketua Bidang Lingkungan Hidup IPM Jawa Timur, menyoroti budaya fear of missing out (FOMO) yang semakin kuat di kalangan generasi muda. Menurutnya, banyak anak muda merasa harus selalu mengikuti tren agar diterima lingkungan sosialnya.

SMPM 5 Pucang SBY

“Kalau anak muda mudah mengikuti tren, maka yang perlu kita lakukan adalah menciptakan tren positif. Misalnya membawa tumbler, memakai ulang barang yang masih layak, dan mulai menjaga lingkungan dari kebiasaan kecil,” ujarnya.

Sementara itu, Rere dari Zona Bening menyampaikan bahwa budaya menjaga lingkungan sebenarnya telah lama hidup di masyarakat. Namun, sistem sosial saat ini membuat kebiasaan tersebut perlahan terputus.

“Dulu budaya menggunakan ulang barang itu biasa. Bahkan pakaian punya nilai dan cerita yang membuat seseorang dikenali. Hari ini identitas justru sering dibangun dari barang baru yang terus berganti,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, harapannya tidak hanya menjadi ruang tontonan dan diskusi semata, tetapi juga mampu menumbuhkan kesadaran kritis serta mendorong lahirnya gerakan-gerakan kecil yang berdampak bagi lingkungan. Kolaborasi lintas komunitas ini menjadi bukti bahwa anak muda memiliki peran penting dalam menyuarakan isu lingkungan dan membangun budaya hidup yang lebih berkelanjutan.

Revisi Oleh:
  • Aalimah Qurrata Ayun - 24/05/2026 11:53
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡