Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Dari Roblox hingga Emosi Anak, Parenting SD Mumtaz Jadi Ruang Curhat Wali Murid

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Dari Roblox hingga Emosi Anak, Parenting SD Mumtaz Jadi Ruang Curhat Wali Murid
Parenting SD Mumtaz di TK DWP Geluran (Umi Muzakki/PWMU.CO)
pwmu.co -

Pertanyaan seorang nenek tentang permainan Roblox untuk cucunya yang masih duduk di TK B menjadi salah satu momen menarik dalam kegiatan parenting SD Mumtaz (SD Muhammadiyah 1 dan 2 Taman) di TK DWP Geluran, Sabtu (17/10/2026).

Kegiatan bertema “Mendampingi Anak di Era Digital dengan Bijak, Tanpa Marah, Membimbing dengan Cinta” ini menghadirkan Heni Dwi Utami, S.Sos., S.Pd., guru Bimbingan dan Konseling (BK), Koordinator Home Care Therapy, sekaligus Wakil Kepala SD Mumtaz.

Seluruh wali murid mengikuti kegiatan hingga selesai. Mereka tidak hanya menyimak materi, tetapi juga aktif bertanya dan berbagi pengalaman mengenai tantangan mendampingi anak di rumah, mulai dari sulitnya menghentikan penggunaan gawai hingga anak yang menunjukkan emosi negatif ketika keinginannya dibatasi.

Nenek Pun Bertanya tentang Roblox

Salah satu wali murid yang hadir, seorang nenek, mengajukan pertanyaan tentang apakah permainan Roblox sesuai untuk cucunya yang masih berusia TK. Pertanyaan tersebut menggambarkan bahwa tantangan pengasuhan di era digital tidak hanya dihadapi orang tua, tetapi juga kakek dan nenek yang turut mendampingi anak sehari-hari.

Keluarga perlu memahami permainan yang diakses anak, cara anak berinteraksi di dalamnya, serta kesesuaiannya dengan usia dan kebutuhan perkembangan. Pendampingan bukan sekadar mengizinkan atau melarang, melainkan juga menetapkan batasan yang sehat.

Dalam pemaparannya, Heni menekankan bahwa penggunaan teknologi perlu disertai tujuan yang jelas, pengelolaan emosi orang dewasa, serta hubungan yang positif dan konsisten dengan anak.

Orang tua, menurutnya, tetap perlu membuat aturan penggunaan gawai. Aturan tersebut mencakup waktu penggunaan, konten yang sesuai, serta keseimbangan dengan aktivitas lain, seperti bermain di luar, bergerak, berinteraksi dengan teman, dan menghabiskan waktu bersama keluarga.

Teknologi tidak harus dijauhkan sepenuhnya, tetapi perlu digunakan secara proporsional agar tidak menggantikan interaksi nyata yang dibutuhkan anak dalam proses tumbuh kembangnya.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Membimbing dengan Cinta dan Ketegasan

Heni juga mengajak wali murid memahami bahwa setiap anak memiliki karakter dan kebutuhan yang berbeda. Anak perlu merasa diperhatikan, aman, dan dipercaya melalui kebiasaan sederhana, seperti mendengarkan ceritanya, memberikan pujian yang spesifik, mengajukan pertanyaan terbuka, serta menghindari sikap menghakimi.

Ketika anak marah karena waktu bermain gawai berakhir, orang tua dapat membantu mengenali perasaannya, mengingatkan kesepakatan yang telah dibuat, lalu mengarahkan anak pada kegiatan lain. Batasan tetap diperlukan, tetapi perlu disampaikan dengan tenang, jelas, dan konsisten.

Antusiasme wali murid dalam sesi tanya jawab menunjukkan bahwa forum parenting menjadi ruang untuk membicarakan persoalan yang kerap dihadapi keluarga. Pengalaman yang dibagikan dapat menjadi bahan refleksi untuk memperbaiki pola pengasuhan.

Bagi SD Mumtaz, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi antara sekolah dan keluarga. Pendidikan anak tidak berhenti di ruang kelas, tetapi berlanjut melalui kebiasaan berkomunikasi, pengelolaan emosi, kedisiplinan, dan penggunaan teknologi di rumah.

Pada akhirnya, pertanyaan tentang Roblox dan kesulitan anak melepaskan diri dari gawai mengingatkan bahwa anak membutuhkan orang dewasa yang bersedia hadir, mendengarkan, dan membimbing. Mendampingi anak di era digital bukan hanya tentang mengawasi layar, tetapi juga membangun kepercayaan dan menumbuhkan tanggung jawab secara bertahap. (*)

Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 18/10/2026 20:03
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu