Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Singo Kawi SD Muhammadiyah 1 Malang Raih Juara JLFE 2026, Bangkit Setelah Gagal ke Final

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Singo Kawi SD Muhammadiyah 1 Malang Raih Juara JLFE 2026, Bangkit Setelah Gagal ke Final
Singo Kawi SD Muhammadiyah 1 Malang Raih Juara Futsal, Bangkit Setelah Gagal ke Final. (Angga Adi/PWMU.CO)
pwmu.co -

Tim futsal Singo Kawi SD Muhammadiyah 1 Malang kembali menorehkan prestasi membanggakan. Setelah sebelumnya berhasil meraih juara 1 dalam Malang Elementary Futsal Championship 2026, kali ini Singo Kawi sukses membawa pulang juara 3 dalam turnamen futsal JLFE tingkat SD se-Kota Malang, Sabtu (17/10/2026).

Pencapaian ini menjadi hasil istimewa bagi tim yang diperkuat murid kelas IV hingga VI tersebut. Dengan persiapan yang relatif minim, Singo Kawi mampu melampaui ekspektasi dan bersaing dengan sejumlah tim sekolah dasar lainnya di Kota Malang.

Perjalanan Singo Kawi menuju podium tidaklah mudah. Sejak babak penyisihan grup, para pemain harus menunjukkan kerja keras, kekompakan, dan semangat pantang menyerah untuk terus melaju ke babak berikutnya.

Ujian berat datang pada babak semifinal. Singo Kawi harus mengakui keunggulan SD Merjosari 2 setelah pertandingan ditentukan melalui adu penalti. Hasil tersebut membuat langkah mereka terhenti sebelum mencapai partai final.

Meski demikian, kekalahan di semifinal tidak membuat semangat para pemain surut. Mereka kembali menunjukkan mental bertanding yang kuat dalam laga perebutan juara ketiga melawan SD Sabilillah.

Sejak menit awal pertandingan, Singo Kawi tampil impresif dan berusaha mengendalikan permainan. Meski sempat tertinggal lebih dahulu, para pemain tidak menyerah. Mereka terus membangun serangan dan menjaga kekompakan hingga akhirnya berhasil membalikkan keadaan.

Perjuangan tersebut berbuah manis. Singo Kawi menutup pertandingan dengan kemenangan 2-1 atas SD Sabilillah sekaligus memastikan posisi juara ketiga JLFE 2026 tingkat SD se-Kota Malang.

Pelatih futsal Singo Kawi, Rizki Al, mengapresiasi perjuangan seluruh pemain yang mampu menunjukkan semangat luar biasa sepanjang turnamen.

“Berkat kerja keras dan sikap pantang menyerah dari seluruh tim, kami mampu meraih hasil yang membanggakan. Sejujurnya, dengan persiapan yang terbatas dan komposisi pemain dari kelas IV hingga VI, kami tidak menyangka bisa melangkah sejauh ini. Anak-anak telah menunjukkan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berjuang,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pengalaman menghadapi berbagai situasi pertandingan, termasuk kekalahan melalui adu penalti di semifinal, menjadi pelajaran berharga bagi para pemain untuk terus berkembang.

“Dalam futsal, kemenangan dan kekalahan adalah bagian dari proses. Yang terpenting, anak-anak mau belajar, saling mendukung, dan tetap berjuang sampai peluit akhir. Semoga pengalaman ini menjadi motivasi untuk berlatih lebih baik dan meraih prestasi berikutnya,” tambahnya.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Sementara itu, Kepala SD Muhammadiyah 1 Malang, Rizka Silvia, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas pencapaian tim Singo Kawi.

Menurutnya, prestasi olahraga tidak hanya diukur dari trofi yang diraih, tetapi juga dari proses pembentukan karakter murid.

“Kami bangga atas perjuangan anak-anak Singo Kawi. Meraih juara ketiga di tengah keterbatasan persiapan menunjukkan bahwa semangat, kedisiplinan, kerja sama, dan keberanian untuk mencoba merupakan modal penting dalam meraih prestasi. Kami berharap pengalaman ini dapat membentuk murid yang tangguh, sportif, dan mampu menghargai setiap proses,” tuturnya.

Ia juga berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi murid lainnya untuk terus mengembangkan potensi, baik di bidang olahraga maupun bidang lain sesuai minat dan bakat masing-masing.

Prestasi juara ketiga JLFE 2026 menjadi catatan positif bagi Singo Kawi setelah sebelumnya menjuarai Malang Elementary Futsal Championship 2026.

Hasil ini sekaligus menunjukkan bahwa tim yang dibangun melalui proses latihan dan kebersamaan mampu memberikan persaingan yang berarti meskipun dengan persiapan terbatas.

Bagi Singo Kawi, perjalanan turnamen ini bukan sekadar tentang memperebutkan trofi. Lebih dari itu, setiap pertandingan menjadi ruang belajar untuk membangun kekompakan, mengasah kemampuan, menumbuhkan sportivitas, dan memahami bahwa kegagalan bukanlah akhir dari perjuangan.

Singo Kawi boleh saja gagal melangkah ke final, tetapi semangat mereka untuk bangkit mengantarkan tim kembali berdiri di podium. Sebuah pencapaian yang patut diapresiasi sekaligus menjadi bekal untuk menatap kompetisi berikutnya.(*)

Revisi Oleh:
  • Zahrah Khairani Karim - 18/10/2026 20:27
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu