Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Pengajian Ahad Pagi Kebomas, Abduh Paparkan Tiga Penghambat Peradaban Islam Berkemajuan

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Pengajian Ahad Pagi Kebomas, Abduh Paparkan Tiga Penghambat Peradaban Islam Berkemajuan
Pengajian yang diselenggarakan di Masjid At-Taqwa Giri Cabang Kebomas pada 8 Jumadil Awal 1448 Hijriah ini menghadirkan H. Muhammad Khoirul Abduh, S.Ag., M.Si. sebagai narasumber (Mahfudz Efendi/PWMU.CO)
Oleh : Mahfudz Efendi
pwmu.co -

Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kebomas, Kabupaten Gresik, menggelar Pengajian Ahad Pagi bertema Membangun Peradaban Islam Berkemajuan di Masjid At-Taqwa Giri, Ahad (18/10/2026).

Pengajian yang berlangsung pada 8 Jumadilawal 1448 Hijriah ini menghadirkan H. Muhammad Khoirul Abduh, S.Ag., M.Si. sebagai narasumber. Dalam kajiannya, ia mengingatkan tiga persoalan yang dapat menghambat kemajuan umat Islam, yakni konflik, praktik korupsi, dan sikap kolot.

Mengawali kajian, Abduh berharap jamaah menjadi bagian dari golongan muflihun, yaitu orang-orang yang memperoleh keberuntungan hakiki di dunia dan akhirat. Ia mengajak jamaah untuk senantiasa istiqamah mengikuti petunjuk Allah dan sunah Rasulullah SAW, baik dalam ibadah maupun perilaku sehari-hari.

“Semoga kita termasuk umat yang istiqamah sesuai contoh Rasulullah dalam konteks ibadah dan perilaku keseharian,” ujarnya.

Peradaban Islam Berkemajuan

Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur periode 2022–2027 yang membidangi Kesejahteraan Sosial dan Pembinaan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) tersebut kemudian menyampaikan tiga pilar yang pernah disampaikan Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah sekaligus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., sebagai landasan membangun peradaban Islam berkemajuan.

Pertama, tata kelola konflik. Menurut Abduh, perbedaan dalam mengelola kepentingan umat merupakan hal yang wajar. Namun, perbedaan tersebut harus disikapi secara bijak agar tidak merusak persaudaraan dan menghambat kemajuan.

“Permasalahan umat Islam berupa konflik ini yang semakin menjadikan umat kian terpinggirkan atau memang dipinggirkan oleh kemajuan peradaban,” ungkapnya.

Ia mengingatkan bahwa konflik dapat semakin meruncing ketika informasi diterima secara tidak utuh. Karena itu, umat Islam perlu memeriksa kebenaran berita sebelum menyebarkannya. Hal ini sejalan dengan pesan Al-Qur’an dalam Surah Al-Hujurat ayat 6 tentang pentingnya melakukan tabayun.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Abduh juga mengingatkan larangan mengolok-olok, mencela, memberikan julukan buruk, berprasangka, mencari-cari kesalahan, dan menggunjing sebagaimana dijelaskan dalam Surah Al-Hujurat ayat 11–12.

Kedua, menjauhi praktik korupsi. Mantan Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur yang terpilih dalam Muswil XIV pada Februari 2011 itu menegaskan bahwa korupsi dapat merusak kepercayaan publik dan melemahkan umat Islam.

Ia mencontohkan peristiwa ghulul, yakni mengambil harta rampasan perang sebelum dibagikan, pada masa Rasulullah SAW. Kisah tersebut menjadi pengingat bahwa penyalahgunaan harta tetap merupakan persoalan serius, meskipun nilainya kecil.

Ketiga, meninggalkan sikap kolot. Abduh menilai sikap tertutup terhadap kritik, saran, dan inovasi dapat membuat umat Islam tertinggal. Sebaliknya, keterbukaan terhadap perubahan diperlukan agar umat mampu menghadapi perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam.

“Jika tiga hal ini menjadi pegangan bersama, maka umat Islam akan tumbuh secara sehat, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” jelasnya.

Melalui pengajian ini, jamaah diajak membangun peradaban Islam berkemajuan dengan menjaga persatuan, menjauhi korupsi, dan bersikap terbuka terhadap perubahan. (*)

Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 18/10/2026 20:47
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu